Blitar, Jurnalmataram.com – Warga Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar, digemparkan dengan penemuan mortir atau bom udara berukuran raksasa di aliran Sungai Lahar. Benda sepanjang sekitar 1,5 meter itu diduga masih aktif dan memiliki daya ledak tinggi sehingga langsung ditangani Tim Gegana Brimob Polda Jawa Timur.Tim Gegana diterjunkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi sekaligus mengevakuasi mortir yang sebelumnya ditemukan warga. Proses evakuasi berlangsung hati-hati karena benda tersebut berada dalam kondisi berbahaya.
Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menjelaskan, penemuan mortir bermula saat sejumlah warga mencari ikan di aliran sungai. Di tengah aktivitas tersebut, mereka melihat benda logam mencurigakan yang tersangkut di antara bebatuan.”Warga kemudian melaporkan temuan itu kepada petugas sehingga langsung dilakukan pengamanan di lokasi,” ujarnya.Petugas kemudian menutup area dan melakukan penanganan selama dua hari. Mortir yang terjepit di antara batu-batu besar akhirnya berhasil dievakuasi ke permukaan dengan melibatkan Tim Gegana.
Hasil identifikasi menunjukkan benda tersebut merupakan bom udara berukuran besar yang diduga masih aktif. Mortir itu memiliki panjang sekitar 1,5 meter, diameter 25 sentimeter, dan berat diperkirakan mencapai 100 kilogram.Meski demikian, polisi belum dapat memastikan asal-usul mortir tersebut. Sebab, saat ditemukan kondisi fisiknya sudah berkarat dan mengalami kerusakan sehingga menyulitkan proses identifikasi.Saat ini mortir telah diamankan oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob untuk selanjutnya dimusnahkan. Langkah tersebut dilakukan guna menghilangkan potensi bahaya bagi masyarakat di sekitar lokasi penemuan.
(Editor : Rey / Nadia)



