Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Memanfaatkan Lahan Kosong, Kelompok Wanita Tani di Kediri Sukses Tanam Sayuran dengan Sistem Hidroponik

by Beny Kurniawan
21 Juni 2025 | 09:51
Reading Time: 2 mins read
0
Memanfaatkan Lahan Kosong, Kelompok Wanita Tani di Kediri Sukses Tanam Sayuran dengan Sistem Hidroponik

Kediri, jurnalmataraman.com – Sekumpulan ibu rumah tangga telah membuktikan bahwa ketekunan dan kerja keras dapat mengubah lahan kosong menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Dengan semangat yang tinggi, mereka berhasil menanam sayuran pakcoy menggunakan sistem hidroponik, sebuah metode pertanian yang tidak membutuhkan tanah sebagai media tanam, hanya memanfaatkan air sebagai media untuk pertumbuhan tanaman.

Kebun hidroponik yang mereka kelola ini didirikan pada tahun 2019, berawal dari adanya lahan kosong di desa yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Lahan tersebut akhirnya dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dengan bantuan pelatihan tentang pertanian hidroponik yang mereka ikuti. Para anggota Kelompok Wanita Tani Desa Doko tidak hanya sekadar bertani, namun juga berinovasi dalam mengembangkan usaha pertanian di tengah tantangan ketahanan pangan yang semakin mendesak.

Salah satu hasil yang paling mencolok adalah sayuran pakcoy yang kini menjadi produk unggulan mereka. Setiap 35 hari, para ibu rumah tangga ini berhasil memanen hingga 114 kilogram pakcoy yang diproduksi dari kebun hidroponik mereka. Sayuran pakcoy tersebut dikemas rapi dan dijual dengan harga 13 ribu rupiah per kilogramnya.

Puri Imastuti, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Doko, menyampaikan, “Berkat ketekunan dan kerja keras mereka, kini kami bisa melihat hasil yang sangat membanggakan. Para anggota kelompok tidak hanya berhasil memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang bisa dijual dan menguntungkan secara ekonomi.”

Sistem hidroponik yang mereka terapkan memberi banyak keuntungan. Selain tidak membutuhkan lahan tanah yang luas, penggunaan air yang efisien juga menjadikan pertanian ini lebih ramah lingkungan. Para anggota kelompok wanita tani ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga berperan dalam mendukung program pemerintah yang terkait dengan ketahanan pangan.

Ketahanan pangan memang menjadi salah satu isu penting yang perlu diatasi. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan pangan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, metode pertanian yang efisien seperti hidroponik menjadi pilihan tepat untuk menjaga pasokan pangan yang cukup.

Melihat keberhasilan mereka, banyak desa di sekitar Kediri yang tertarik untuk mengadopsi metode hidroponik ini sebagai alternatif usaha tani. “Ini adalah bentuk kontribusi kami dalam menciptakan ketahanan pangan lokal, dan kami berharap lebih banyak ibu rumah tangga yang bisa ikut serta dalam kegiatan ini,” ujar Puri Imastuti, yang juga sangat mendukung pelatihan pertanian hidroponik bagi warga setempat.

Keberhasilan kelompok wanita tani di Desa Doko ini adalah contoh nyata bagaimana inovasi dalam bertani, ditambah dengan kerja keras dan ketekunan, dapat mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Dan yang lebih penting, mereka tidak hanya berhasil memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri, tetapi juga turut berkontribusi dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

( Editor : Ryan & Trias M.A )

Bagikan di Media Sosial
Tags: berita kedirihidroponikinfo kedirikelompok wanita tanilahan kosong
ShareTweetShare
Next Post

LIVE : Doa Bersama Memperingati Haul Ke-3 Abah Haji Imam Mukhayat Syah

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .