Kediri, jurnalmataraman.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Pemerintah Kota Blitar tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi siswa sekolah. Melalui kerja sama dengan Koperasi Merah Putih, program ini juga diarahkan untuk menggerakkan perekonomian lokal.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, menyebutkan bahan baku untuk program MBG diutamakan berasal dari pelaku usaha lokal, seperti petani, peternak hingga pelaku UMKM. “Langkah ini memberikan dampak ganda. Siswa terbantu asupan gizinya, sementara warga yang bergerak di sektor usaha ikut terberdayakan,” ujarnya, Rabu (2/10).

Dari target 60 ribu penerima manfaat, saat ini realisasi program baru mencapai 20 hingga 30 persen. Untuk menjaga kualitas makanan, Pemkot Blitar melibatkan satgas gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan hingga aparat keamanan. Hasilnya, sejauh ini belum ada laporan kasus keracunan makanan.
Pemkot Blitar juga menegaskan siap bertindak cepat jika ditemukan potensi masalah di lapangan. Dengan melibatkan koperasi sebagai rantai pasok, pemerintah optimistis program MBG bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
( Editor : Daniel & Wahyu Adi )



