Blitar, jurnalmataraman.com – Berawal dari pengalaman bekerja di luar negeri, kini Yudi seorang mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar berhasil meraih kesuksesan melalui usaha budidaya jamur tiram yang ditekuninya bersama sang istri.
Setelah pulang dari Taiwan enam tahun lalu, Yudi memutuskan untuk memulai usaha jamur tiram di lahan miliknya. Awalnya, ia hanya memiliki sekitar 1.000 baglog atau media tanam. Namun, berkat ketekunan dan kerja keras kini jumlahnya telah berkembang pesat hingga mencapai 40 ribu baglog.

Setiap hari, Yudi mampu memanen antara 80 hingga 90 kilogram jamur tiram dengan harga jual berkisar antara Rp. 15 ribu hingga Rp. 17 ribu per kilogram. Dari hasil panen tersebut, ia dapat meraup pendapatan hampir Rp. 1,5 juta per hari.
Yudi mengaku, ketertarikannya pada budidaya jamur tiram bermula dari sebuah tayangan di YouTube yang membagikan cara sukses mengembangkan usaha jamur. Dari tayangan tersebut, ia banyak belajar dan langsung mempraktikkan ilmunya hingga berhasil seperti sekarang.
“Budidaya jamur tiram sebenarnya cukup mudah, asalkan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tekun. Jika konsisten, hasilnya bisa menjadi sumber penghasilan utama keluarga,” ujar Yudi saat ditemui di tempat usahanya.

Menurutnya, peluang pasar jamur tiram masih sangat terbuka luas. Hal ini karena masyarakat Indonesia sudah lama memiliki kebiasaan mengonsumsi jamur dalam berbagai olahan makanan, sehingga permintaan pasar relatif stabil sepanjang tahun.
Dengan semangat dan kegigihan, Yudi kini menjadi inspirasi bagi warga sekitar untuk berani berwirausaha dan memanfaatkan peluang di sektor pertanian modern.
(Editor: Lusia & Wahyu Adi)



