Kediri, jurnalmataraman.com – Festival Omah Sawah yang digelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia berlangsung dengan meriah di Kota Kediri. Berbagai kegiatan menarik dan kompetisi budaya diikuti dengan antusias oleh masyarakat dari berbagai lapisan, yang berlangsung dari tanggal 17 hingga 24 Agustus 2025.
Gelaran yang kembali hadir tahun ini menjadi ajang silaturahmi antar warga sekaligus mempererat rasa persatuan dan kebersamaan dalam memperingati hari kemerdekaan. Festival ini menampilkan sejumlah acara menarik, mulai dari Fun Race Vespa, Lomba Tari Kesenian Jaranan, Lomba Hias Perahu Mini, Festival Layang-layang, hingga Bazar UMKM yang ramai dikunjungi oleh masyarakat.
Salah satu acara unggulan dalam festival ini adalah Fun Race Vespa, yang diikuti oleh ratusan peserta. Lomba ini mengambil tempat di sirkuit buatan yang menantang peserta dengan rute berkelok-kelok serta beberapa titik lintasan berlumpur. Tantangan ini ternyata cukup menguji ketangkasan para peserta, tak sedikit dari mereka yang terjatuh akibat licinnya lintasan.
Anang Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri yang juga berpartisipasi dalam lomba, mengatakan bahwa ajang ini bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan antar penggemar Vespa. “Meski sempat terjatuh, semangat saya untuk meramaikan acara ini tidak luntur. Ini juga menjadi ajang untuk menyalurkan hobi balap sekaligus menguji adrenalin,” ungkapnya.
Selain Fun Race Vespa, festival ini juga menampilkan beragam lomba kesenian dan kreativitas warga. Salah satunya adalah Lomba Tari Kesenian Jaranan, yang menampilkan kebudayaan lokal Kediri. Acara ini menyedot perhatian banyak penonton, karena selain menjadi hiburan, tari Jaranan juga merupakan simbol kekuatan dan keberanian dalam tradisi masyarakat Kediri.
Tidak ketinggalan, Lomba Hias Perahu Mini dan Festival Layang-layang juga turut meramaikan suasana. Para peserta berlomba-lomba menghias perahu mini dengan beragam kreasi unik, sementara layang-layang warna-warni menghiasi langit Kediri. Acara ini semakin lengkap dengan kehadiran Bazar UMKM, yang menawarkan produk-produk lokal dari pelaku usaha kecil menengah di Kota Kediri.
Edy Herwiyanto, pemilik Omah Sawah sekaligus penggagas Festival Omah Sawah, menegaskan bahwa acara ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebagai wadah yang mempertemukan berbagai tradisi, kreativitas, dan persaudaraan antar elemen masyarakat Kota Kediri. “Festival Omah Sawah menjadi ajang silaturahmi yang dapat menjaga kebersamaan warga Kota Kediri tanpa memandang latar belakang mereka,” kata Edy.

Festival ini, menurutnya, juga memberikan ruang bagi warga untuk berkreasi, berkompetisi, dan merayakan kemerdekaan bersama-sama. “Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Kediri untuk terlibat dalam kebersamaan ini, karena festival ini milik kita semua,” tambah Edy.
Festival Omah Sawah tahun ini jelas menjadi sebuah simbol kekuatan budaya, semangat kemerdekaan, dan kebersamaan warga Kediri. Dengan beragam acara yang menghibur dan menyatukan berbagai komunitas, festival ini diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya merayakan hari kemerdekaan, tetapi juga memperkuat tali persaudaraan dan kreativitas di Kota Kediri.
Anang Kurniawan, Peserta Fun Race Vespa “Acara ini sangat menyenangkan. Selain bisa berkumpul dengan sesama penggemar Vespa, saya juga bisa menguji kemampuan saya dalam mengendalikan motor Vespa di sirkuit yang menantang. Ini benar-benar seru!”
Edy Herwiyanto, Penggagas Festival Omah Sawah “Festival Omah Sawah adalah tempat bertemunya tradisi, kreativitas, dan persatuan. Kami ingin menciptakan suasana kebersamaan dan semangat persatuan di antara warga Kota Kediri. Acara ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang bagaimana kita merayakan kemerdekaan dengan berbagi kebahagiaan.”
( Editor : Rio & Trias M.A )



