Kediri, jurnalmataraman.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri menebar sekitar 2.000 bibit lele di kolam Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lakuli, Jumat (15/8) pagi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program akselerasi Kementerian Hukum dan HAM bidang Pemasyarakatan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Kediri, Solichin, memimpin langsung kegiatan yang dilaksanakan di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tersebut. Ia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah mereka bebas. Ini adalah bagian dari pembinaan dan pemberdayaan,” ujarnya.
Program perikanan di SAE Lakuli telah berjalan sejak tahun 2021 dan dinilai berhasil. Pada panen sebelumnya, Lapas Kediri berhasil memanen sekitar satu kuintal setengah ikan lele. Hasil panen tersebut sebagian digunakan untuk konsumsi internal Lapas, dan sebagian lainnya dikirim ke Tulungagung serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) terdekat.
Saat ini, kegiatan di kolam SAE Lakuli dikelola oleh tujuh warga binaan yang semuanya berasal dari kasus pidana umum. Mereka merupakan narapidana yang telah menjalani program asimilasi dan dinilai layak untuk terlibat dalam kegiatan luar lapas.
Selain budidaya ikan lele, SAE Lakuli juga mengembangkan berbagai kegiatan produktif lainnya, seperti budidaya ikan nila, sayuran, jamur, peternakan kambing, hingga produksi tempe. Hasil produksi tidak hanya dijual untuk menambah pendapatan, tetapi juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan warga binaan di Lapas Kediri.
Program seperti ini diharapkan terus berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi pemasyarakatan, yang tak hanya menekankan aspek hukuman, tetapi juga pembinaan dan reintegrasi sosial.
( Editor : Nando & Trias M.A )



