Trenggalek, jurnalmataraman.com – Kabar baik menyelimuti penanganan kasus dugaan keracunan massal Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kabupaten Trenggalek. SA, 11, siswa SDI Luqman Al Hakim yang sebelumnya dirawat intensif akibat diare, kini kondisinya berangsur membaik dan telah diperbolehkan pulang dari RSUD dr. Soedomo. Bocah asal Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, itu sebelumnya harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani rawat inap sejak Rabu, 12 Agustus 2026. Ia mengeluhkan gangguan pencernaan parah usai menyantap porsi MBG yang diterimanya sehari sebelumnya.
Direktur RSUD dr. Soedomo dr Saeroni memastikan kondisi klinis pasien tersebut sudah kembali stabil. Usai menjalani perawatan medis secara intensif selama tiga hari, SA resmi diizinkan keluar dari rumah sakit pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Meski demikian, pihak rumah sakit belum berani menyimpulkan bahwa keluhan yang dialami SA mutlak murni akibat keracunan makanan. “Keluhan yang kami tangani adalah diare, dan penyebab pasti diare tidak serta-merta dapat langsung dikaitkan dengan keracunan makanan,” terang dr Saeroni. Menurutnya, keluhan diare dapat dipicu oleh berbagai kondisi medis, termasuk infeksi maupun peradangan pada saluran cerna. Untuk memastikan indikasi keracunan MBG, tim medis menegaskan masih membutuhkan tahapan pembuktian ada atau tidaknya toksin yang menjadi pemicu utama.
Kini SA tengah melanjutkan masa pemulihan di kediamannya. Tim medis RSUD dr. Soedomo juga telah menjadwalkan pemeriksaan lanjutan pada 18 Agustus mendatang untuk menentukan langkah pemantauan medis selanjutnya berdasarkan hasil kontrol.
Sebagai informasi, pasokan MBG di SDI Luqman Al Hakim selama ini didistribusikan oleh SPPG Tamanan yang berada di bawah naungan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah. Buntut dari insiden gangguan pencernaan massal ini, operasional SPPG tersebut akhirnya di-suspend atau dihentikan sementara selama 30 hari guna mempermudah proses investigasi menyeluruh.
(Editor : Trias / Loris)





