jurnalmataraman.com – Sebuah video yang tengah viral di media sosial memperlihatkan momen deklarasi penting dari komunitas pengusaha sound system yang selama ini dikenal luas dengan sebutan “sound horeg”. Dalam video tersebut, tampak sejumlah pengusaha sound berdiri di atas panggung dengan kompak menyampaikan pernyataan bersama, menandai perubahan identitas komunitas mereka menjadi “Sound Karnaval Indonesia”.
Deklarasi tersebut menjadi penanda bahwa istilah “sound horeg”, yang selama ini lekat dengan image hiburan rakyat jalanan dan kerap mendapat stigma negatif, kini resmi ditinggalkan. Para pelaku usaha sound yang tergabung dalam komunitas ini sepakat untuk melakukan rebranding demi meningkatkan citra dan profesionalitas di mata publik maupun pemangku kepentingan.
Langkah ini dianggap sebagai wujud keseriusan para pengusaha sound system dalam memajukan industri hiburan lokal, khususnya di sektor penyediaan audio untuk karnaval, konser dan event publik lainnya. Mereka berharap, nama baru ini dapat membawa angin segar dan memperluas peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, event organizer, serta komunitas seni lainnya.
Perubahan nama menjadi Sound Karnaval Indonesia juga diyakini mampu menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada istilah “horeg”, yang sering diasosiasikan dengan kebisingan, pelanggaran jam malam, hingga masalah perizinan. Dengan identitas baru ini, para pengusaha sound berkomitmen untuk menerapkan standar teknis yang lebih baik serta menjaga ketertiban dalam setiap kegiatan yang melibatkan mereka.
Langkah transformasi ini pun disambut positif oleh berbagai kalangan, termasuk pelaku seni pertunjukan dan pegiat budaya lokal yang selama ini menjadi mitra komunitas sound system di berbagai daerah.
( Editor : Nadine & Trias M.A )



