Blitar, Jurnalmataraman.com – Usai mendapat protes dari para peternak ayam petelur di Blitar, Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan jagung SPHP di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Kementerian Pertanian bersama Perum Bulog merencanakan adanya ekosistem terpadu antara petani, peternak, dan Bulog sebagai stabilisator harga.
Badan Pangan Nasional bersama Perum Bulog berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem peternakan rakyat, terutama pada peternak skala mikro. Salah satunya melalui penyediaan jagung pakan harga terjangkau, serta penguatan penyerapan hasil produksi telur.
Sebanyak 180 ton jagung SPHP serta sejumlah alat mesin pertanian diserahkan pada koperasi peternak mikro dan petani. Anggaran sebesar Rp 3,7 triliun, yang sebelumnya digunakan untuk perjalanan dinas, anggaran kunjungan, dan lainnya, digeser untuk memperbaiki ekosistem peternakan rakyat.
Melalui upaya ini, pemerintah berusaha memperkuat rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir, sekaligus memberi kepastian dukungan bagi pelaku usaha rakyat.
“Upaya ini untuk memperkuat ekosistem peternakan rakyat dan memastikan ketersediaan pakan dengan harga terjangkau,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Sementara itu, Bulog bersama ID Food melakukan pembelian telur ayam dari peternak mikro dengan nilai hingga Rp 30 miliar.
“Kami berkomitmen menyerap hasil produksi peternak mikro untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak,” ujar Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Tak hanya menjadi ruang penyerahan secara simbolis bagi peternak dan petani, momen kali ini sekaligus menjadi wadah komunikasi langsung antara petani dengan pihak kementerian. (Qithfirul Aziz)
(Editor: Trias / Sabrina)


