Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home BLITAR

Kembali Tingginya Minat Sepeda Klasik di Blitar, Bengkel Sepeda Milik Warga Kota Blitar Kembali Digandrungi Penghobi

by Qithfirul Aziz
3 Juli 2025 | 12:10
Reading Time: 2 mins read
0
Kembali Tingginya Minat Sepeda Klasik di Blitar, Bengkel Sepeda Milik Warga Kota Blitar Kembali Digandrungi Penghobi

Blitar, jurnalmataraman.com – Setelah sempat meredup, kini minat masyarakat terhadap sepeda klasik, khususnya jenis Federal, kembali mencuat. Hal tersebut terlihat dari melonjaknya jumlah pesanan perbaikan dan restorasi sepeda di bengkel milik Ahmad Maksum (40), warga Kelurahan Ngegong, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Bahkan menurut Maksum pesanan telah meningkat dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.

Maksum yang telah mendalami dunia sepeda sejak 15 tahun lalu mengungkapkan bahwa awalnya ia hanya belajar memperbaiki sepeda secara otodidak. Sebagai seorang penggemar sepeda, ia melihat peluang besar untuk membuka bengkel perbaikan dan restorasi sepeda di lingkungan tempat tinggalnya yang ternyata disambut baik oleh para penggemar sepeda di sekitar Kota Blitar.

“Saat pandemi COVID-19, peminat sepeda sempat meningkat pesat, namun kemudian sempat meredup. Kini minat masyarakat terhadap sepeda, terutama jenis Federal kembali meningkat,” ujar Maksum.

Menurut Maksum, pesanan untuk modifikasi sepeda jenis Federal kini semakin sering datang. Banyak penggemar sepeda yang memilih untuk menyesuaikan desain sepeda klasik mereka dengan gaya modern, atau yang dikenal dengan sebutan commuter bike. Desain ini, selain lebih praktis, juga memberikan kesan vintage yang tetap menarik bagi pecinta sepeda.

Bengkel milik Maksum mematok tarif perbaikan yang cukup terjangkau. Untuk perbaikan biasa pelanggan hanya perlu membayar mulai dari Rp 40.000, sementara untuk proses restorasi atau modifikasi sepeda tarif yang dikenakan bisa mencapai Rp 500.000 tergantung tingkat kerusakan atau keinginan modifikasi yang diinginkan.

Maksum menambahkan, meskipun penggemar sepeda klasik sempat menurun pasca-pandemi, tren tersebut kini kembali menggeliat. Tidak hanya sebagai sarana transportasi, sepeda klasik kini lebih dipandang sebagai gaya hidup, di mana berbagai modifikasi dan restorasi semakin diminati oleh penghobi.

Fenomena kebangkitan sepeda klasik ini tak lepas dari peran aktif komunitas sepeda di Kota Blitar dan sekitarnya. Komunitas-komunitas ini menjadi jembatan yang menghubungkan penggemar sepeda dengan bengkel-bengkel yang menyediakan layanan perbaikan serta restorasi sepeda.

Maksum mengungkapkan bahwa pelanggan yang datang ke bengkelnya umumnya berasal dari anggota komunitas sepeda, baik yang ada di Blitar maupun di daerah sekitar.

“Komunitas sepeda berperan sangat besar dalam menjaga semangat para penggemar sepeda, dan bengkelnya juga menjadi tempat yang sering mereka kunjungi untuk merawat dan memodifikasi sepeda mereka,” jelas Maksum.


Dengan semakin tingginya minat terhadap sepeda klasik, terutama di Kota Blitar, Maksum berharap tren ini dapat terus berkembang. Tidak hanya untuk alasan gaya hidup, namun juga sebagai alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan. “Sepeda klasik, selain mengusung nilai nostalgia, juga memberikan solusi atas masalah kemacetan dan polusi udara yang semakin parah di kota-kota besar,” tuturnya.

( Editor : Fajar & Trias M.A )

Bagikan di Media Sosial
Tags: bike jenis 'Taxi London'infoblitarkota blitarmodifikasi sepedaSepeda Klasik
ShareTweetShare
Next Post
Olahraga Lari : Antara Tren FOMO atau Gaya Hidup Sehat

Olahraga Lari : Antara Tren FOMO atau Gaya Hidup Sehat

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .