Blitar, jurnalmataraman.com – Sebuah terobosan dilakukan oleh Kelompok Tani Tugu Makmur di Desa Popoh, Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Melalui penerapan Sistem Pengelolaan Hama Terpadu (PHT), para petani di wilayah ini berhasil meningkatkan hasil panen padi sekaligus menekan biaya operasional pertanian.
Metode PHT yang diterapkan petani Tugu Makmur mengedepankan pengendalian hama secara alami dan ramah lingkungan. Dengan sistem ini, penggunaan pestisida kimia dapat ditekan secara signifikan sehingga tidak hanya menghemat biaya tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem sawah.

Ketua Kelompok Tani Tugu Makmur, Suyadi menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari pelatihan intensif yang diberikan oleh penyuluh pertanian setempat. Para petani dibimbing mulai dari tahap pengolahan lahan penyemaian benih sehat hingga pemantauan populasi hama secara berkala.
“Melalui pelatihan ini, kami belajar bagaimana mengelola hama tanpa bergantung pada pestisida kimia. Hasilnya cukup memuaskan produksi meningkat, biaya berkurang, dan tanaman lebih sehat,” ungkap Suyadi.

Keberhasilan para petani Desa Popoh ini mendapat apresiasi langsung dari Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ardi Praptono, yang hadir meninjau langsung hasil panen di lapangan.
“Penerapan Pengelolaan Hama Terpadu seperti yang dilakukan oleh Kelompok Tani Tugu Makmur ini patut dijadikan contoh bagi daerah lain. Selain meningkatkan produktivitas sistem ini juga mendukung pertanian berkelanjutan,” ujar Ardi Praptono.
Sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar panen raya simbolis di area persawahan seluas 25 hektare di jalur Blitar–Malang. Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, penyuluh pertanian, serta para petani setempat yang turut merasakan manfaat dari penerapan sistem pertanian ramah lingkungan ini.
Keberhasilan petani Desa Popoh menjadi bukti nyata bahwa penerapan teknologi dan pengetahuan pertanian modern yang berpihak pada alam mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan pertanian di Kabupaten Blitar
(Editor : Firda & Wahyu Adi)



