Blitar, jurnalmataraman.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Kota Blitar, Rabu (25/6). Ziarah ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan Jenderal Sigit ke makam Bung Karno, dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2025 mendatang.
Jenderal Listyo Sigit tiba di Kota Blitar menggunakan helikopter dan mendarat di lapangan udara Markas Yonif 511. Kedatangannya disambut jajaran pejabat tinggi, di antaranya Gubernur Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.
Prosesi ziarah berlangsung singkat, namun berjalan dengan penuh khidmat dan penghormatan. Usai melakukan doa dan tabur bunga di makam sang proklamator, rombongan Kapolri segera meninggalkan lokasi untuk melanjutkan agenda berikutnya.
Sebelumnya, dalam rangkaian kegiatan ziarah menjelang HUT Bhayangkara tahun ini, Jenderal Sigit telah melakukan ziarah ke makam Presiden ketiga RI, B.J. Habibie, pada Senin lalu. Ziarah kemudian dilanjutkan ke makam Jenderal Purnawirawan Hoegeng Imam Santoso di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan makam Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Jombang, Selasa lalu.
Ziarah ke makam para tokoh bangsa ini bukan sekadar bentuk penghormatan, namun juga dimaknai sebagai upaya menggali nilai-nilai sejarah dan keteladanan dari para pemimpin besar Indonesia. Dalam pernyataannya, Kapolri menyampaikan bahwa semangat para pendiri bangsa menjadi sumber inspirasi bagi Polri dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat.
“Ziarah ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa, demi kemajuan Indonesia,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 tahun ini diharapkan menjadi momentum refleksi dan peningkatan profesionalisme Polri dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
( editor : Ima & Trias M.A )


