Kediri, jurnalmataraman.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap hewan kurban yang diperjualbelikan di Pasar Muning, Kota Kediri. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah kambing yang terindikasi mengalami penyakit kulit atau scabies.
Petugas DKPP memeriksa satu per satu hewan kurban milik pedagang dengan teliti. Hasilnya, ditemukan beberapa kambing dengan gejala kulit kering, bersisik, dan gatal yang mengarah pada penyakit scabies. Mengetahui temuan tersebut, petugas langsung menginstruksikan para pemilik kambing untuk mengisolasi hewan-hewan yang sakit agar tidak menular ke hewan lainnya.
“Tujuan pemeriksaan ini adalah memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan layak dikurbankan. Hewan yang sakit kita minta dipisahkan dulu agar tidak menyebarkan penyakit,” ujar drh Pujiono, Pejabat Otoritas Veteriner DKPP Kota Kediri.
Pemeriksaan ini menjadi langkah antisipatif mengingat peningkatan aktivitas jual beli hewan kurban jelang Idul Adha. Djawahari Luthfi, Kepala PD Pasar Joyoboyo Kota Kediri, mengungkapkan bahwa terjadi lonjakan jumlah pedagang hewan kurban hingga 25 persen dibandingkan hari biasa.
“Biasanya hanya sekitar 50 pedagang, namun menjelang Idul Adha ini meningkat menjadi 75 pedagang. Mereka datang dari berbagai daerah di Kediri Raya,” jelas Djauhari.
Selain pemeriksaan fisik, petugas juga memberikan imbauan kepada para peternak dan pedagang untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan mereka. Cuaca yang tidak menentu, menurut petugas, dapat menyebabkan hewan mudah terserang penyakit seperti infeksi mata dan gangguan pernapasan.
Dengan langkah preventif ini, Pemerintah Kota Kediri berharap masyarakat dapat memperoleh hewan kurban yang sehat dan aman dikonsumsi saat Hari Raya Idul Adha tiba.
(Editor : Dimas & Trias M.A)



