Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jatim Jadi Penopang Beras Nasional, Emil Dardak Pastikan Cadangan Pangan Aman Terkendali

by redaksi jurnal mataraman
10 Agustus 2026 | 19:22
Reading Time: 3 mins read
0
Jatim Jadi Penopang Beras Nasional, Emil Dardak Pastikan Cadangan Pangan Aman Terkendali

Trenggalek, jurnalmataraman.com – Ketersediaan cadangan pangan di wilayah Jawa Timur (Jatim) dipastikan dalam kondisi yang sangat aman. Bahkan, stok beras Jatim kini didapuk menjadi salah satu penopang utama bagi cadangan beras nasional. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat meresmikan gudang PT Mutual Pangan Utama Filial Bulog KP Karangsoko di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.

Menurut Emil, langkah proaktif Perum Bulog dalam menyerap gabah dan beras dari petani telah membuat stok di Jatim kian melimpah. Kapasitas serapan beras di Jatim disebut mendekati 2 juta ton. Capaian ini diklaim menyumbang sekitar seperempat (25 persen) dari total cadangan beras nasional yang saat ini telah menembus angka 5 juta ton.

“Besarnya cadangan pangan ini tentu harus didukung oleh sarana dan prasarana logistik yang memadai. Termasuk dengan memperkuat kapasitas penyimpanan di daerah, terutama di kawasan selatan Jawa Timur seperti Trenggalek ini yang menjadi bagian penting dari upaya memperkuat jaringan logistik pangan,” jelas Emil.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Bupati Trenggalek itu juga menyoroti harga gabah di sejumlah wilayah yang saat ini telah berada di atas Rp 8.000 per kilogram. Ia menilai tren harga tinggi ini memberikan angin segar dan keuntungan finansial bagi petani. Meski demikian, pemerintah akan terus memantau pergerakan harga di tingkat konsumen. Pemerintah berharap kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat luas dapat berjalan beriringan. Emil menegaskan, kenaikan harga gabah di tingkat hulu jangan sampai berimbas pada lonjakan inflasi yang membebani ekonomi rumah tangga masyarakat.

Kondisi surplus pangan di Jatim turut diperkuat oleh data resmi dari Perum Bulog. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, memaparkan bahwa realisasi penyerapan gabah di Jatim hingga 9 Agustus 2026 telah menyentuh angka 927 ribu ton. Angka ini sukses melampaui target semester pertama yang ditetapkan sebesar 883 ribu ton.

“Meski target sudah terlampaui, Bulog Jatim memastikan proses penyerapan gabah dari petani akan terus dilakukan demi menjaga ketersediaan dan ketahanan stok,” kata Langgeng.

Tingginya angka penyerapan ini ditunjang oleh ekosistem pertanian yang telah terbentuk dengan baik selama dua tahun terakhir, ditambah dengan sosialisasi masif yang membuat para petani semakin memahami program penyerapan Bulog. Gabah yang diterima oleh Bulog dari berbagai kualitas ini nantinya akan diproses melalui penggilingan untuk menghasilkan beras sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pemerintah.

Terkait infrastruktur penyimpanan, Bulog Jatim saat ini mengelola 352 gudang milik sendiri dan menyewa 269 unit gudang tambahan, dengan total kapasitas simpan mendekati 2 juta ton. Sementara itu, posisi stok beras riil Bulog Jatim saat ini bertengger di kisaran 1,3 juta ton.

Berkat melimpahnya pasokan tersebut, Jawa Timur tidak hanya mampu berdikari memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga tampil sebagai lumbung penyuplai bagi daerah lain yang mengalami defisit. Tercatat, Bulog Jatim kini telah mendistribusikan pasokan beras ke 16 provinsi di Indonesia, di antaranya Papua, Riau, Kalimantan Selatan, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Ke depan, untuk mengantisipasi lonjakan pasokan saat panen kedua tiba, Bulog membuka peluang penambahan kapasitas penyimpanan melalui skema sewa gudang milik swasta maupun pemerintah daerah. Di tingkat nasional, Bulog juga tengah bersiap merealisasikan rencana pembangunan 100 unit gudang baru yang dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026 ini.

(Editor : Afif / Loris)

Tags: berita trenggalekheadlineinfo trenggalekJatim Jadi Penopang Beras NasionalTrenggalek
ShareTweetShare
Next Post
Berawal dari Coba-Coba, Pria asal Blitar Sukses Tekuni Bisnis Restorasi Helm Klasik

Berawal dari Coba-Coba, Pria asal Blitar Sukses Tekuni Bisnis Restorasi Helm Klasik

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .