Tulungagung, jurnalmataram.com – Tim gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD Tulungagung, serta relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian terhadap dua orang yang dilaporkan hilang sejak Senin (19/5). Korban adalah Eti Puspitasari (35), warga Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, dan putrinya Najma Hera Ramdani (9), yang diduga terseret banjir saat menyeberangi jembatan di sungai desa setempat.
Hingga Rabu (21/5) sore, pencarian masih belum membuahkan hasil. Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto, mengatakan bahwa operasi pencarian dibagi menjadi tiga tim utama.
“Tim pertama melakukan penyisiran dari lokasi kejadian menuju hilir Sungai Bodeng. Tim kedua menyisir dari muara Sungai di Waduk Wonorejo naik ke hulu, sementara tim ketiga melakukan pencarian di Waduk Wonorejo menggunakan perahu karet,” ujar Ipda Nanang.
Kejadian berawal saat Eti berpamitan kepada keluarganya untuk menjemput Najma yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Senin siang. Namun hingga sore hari, keduanya tidak kunjung tiba di rumah. Warga yang khawatir lalu melakukan pencarian, hingga menemukan sepeda motor milik korban tersangkut di aliran sungai kecil yang bermuara ke Sungai Bodeng.
Diduga kuat, ibu dan anak tersebut terseret banjir bandang yang datang secara tiba-tiba ketika sedang menyeberangi jembatan.
Proses pencarian tidak berjalan mudah. Kondisi sungai yang masih deras serta bercampur lumpur, ditambah dengan medan pencarian sepanjang sekitar 9 kilometer hingga ke Waduk Wonorejo, menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR gabungan.
Upaya pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Pihak keluarga korban dan warga setempat terus berharap agar kedua korban dapat segera ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun tidak.
( Editor : Ryan & Trias )



