Tulungagung, jurnalmataraman – Kasus penemuan jasad bayi yang dikubur di samping rumah warga di Desa Sanggrahan Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung mulai menemukan titik terang. Hasil otopsi tim forensik mengungkap bahwa bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut sempat lahir dalam kondisi hidup dan meninggal akibat mati lemas.
Otopsi dilakukan oleh tim forensik Polda Jawa Timur di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung, Minggu (3/8) sore. Dari pemeriksaan bayi diketahui memiliki panjang tubuh 53 sentimeter dan berat lebih dari dua kilogram. Di leher bayi ditemukan dua titik luka memar yang diduga akibat cekikan atau tarikan saat proses persalinan.
Kanit Reskrim Polsek Boyolangu, Aiptu Wahyudi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap ibu kandung bayi, M-A (Merani Agustini), 23 tahun bayi tersebut lahir pada Selasa siang dan dirawat sendiri oleh M-A di rumah. Bayi sempat diberi susu UHT yang dibeli secara daring, namun setelah susu habis dan sang ibu tidak memiliki uang untuk membeli lagi, ia menenangkan bayinya dengan menempelkan jari di bibir setiap kali menangis.
Peristiwa tragis terjadi pada Rabu malam. Dalam kondisi panik karena bayi batuk-batuk dan takut terdengar oleh tetangga, M-A secara spontan memasukkan kepala bayi ke dalam ember berisi air selama beberapa detik. Bayi yang masih hidup kemudian diangkat dan dipeluk. Setelah beberapa waktu bayi ditidurkan dan akhirnya meninggal dunia.
“Bayi kemudian dikubur oleh ibunya sendiri pada Kamis pagi sekitar pukul empat di samping rumah dengan kedalaman sekitar setengah meter,” ungkap Aiptu Wahyudi.
Saat ini, M-A masih menjalani perawatan di rumah sakit dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menunggu hasil uji destruksi asam untuk memastikan apakah penyebab utama kematian bayi benar akibat tenggelam atau faktor lain.
Pihak kepolisian juga telah mengantongi identitas pria yang diduga sebagai ayah biologis bayi dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, sampel darah dan urin dari ibu bayi serta tulang paha bayi juga telah diambil untuk pemeriksaan forensik lanjutan.
Kasus ini masih terus dalam penanganan apparat dan kepolisian berjanji akan menuntaskan penyelidikan secara transparan dan menyeluruh.
(editor : Aprilia & Trias M.A )



