Tulungagung, Jurnalmataraman.com – Penyebab meninggalnya bayi yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,di teras sebuah panti asuhan di Tulungagung, terungkap lewat outopsi. Bayi malang tersebut dipastikan lahir dalam kondisi hidup, dan sempat bertahan antara satu hingga tiga hari.
Polisi melakukan outopsi terhadap jenazah bayi laki-laki yang ditemukan meninggal dunia di teras panti asuhan yang belum beroperasi di Desa Tambakrejo,Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Outopsi dilakukan oleh tim forensik RSUD Dokter Iskak Tulungagung bersama unit inafis satreskrim Polres Tulungagung, pada jumat malam.

Kepala unit perlindungan perempuan dan anak, UUPA Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Ahmad Ahfandi mengatakan, “Hasil outopsi menemukan fakta bahwa bayi malang tersebut sempat hidup setelah dilahirkan, penyebab kematian bayi akibat mati lemas, kurang dari 12 jam dari waktu pemeriksaan dilakukan, atau pada jumat siang”.
Selain itu, hasil outopsi juga tidak menemukan tanda bekas kekerasan fisik pada tubuh bayi. Bayi sudah cukup umur saat lahir, yakni antara 8 hingga 9 bulan kehamilan. Bayi sempat hidup antara 1 hingga 3 hari sebelum ditemukan ditemukan meninggal dan sempat mendapat perawatan. Sementara, lambung bayi dalam kondisi kosong.
Kasus penemuan bayi tersebut, kini ditangani unit ppa Satreskrim Polres Tulungagung. Polisi tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap, siapa pelaku pembuang bayi tersebut.
(Editor : Agus Bondan – Wahyu Adi)


