Trenggalek,jurnalmataram,com – Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus mengintensifkan pencarian terhadap enam korban tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek. Hingga Kamis siang (22/5), para korban masih dinyatakan hilang.
Pencarian pada hari keempat ini difokuskan pada dua titik yang diduga kuat menjadi lokasi keberadaan korban. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pelacakan anjing pelacak, teridentifikasi tiga titik yang dicurigai sebagai lokasi tertimbunnya para korban.
Sebanyak 150 personel gabungan dikerahkan dan dibagi dalam dua tim. Tim pertama bekerja dari sisi atas lokasi longsor menggunakan dua unit excavator untuk membongkar timbunan material longsor di sekitar rumah warga yang hilang. Sementara tim kedua menyisir sektor bawah, membongkar salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat longsor.
“Kami berfokus pada dua sektor utama dengan bantuan alat berat dan pelacakan manual. Proses ini sangat hati-hati karena kondisi tanah masih labil,” ujar Nanang Pujo, Koordinator Pos Basarnas Trenggalek.
Meski telah dilakukan berbagai upaya, hingga Kamis siang belum ada korban yang berhasil ditemukan. Tim SAR masih akan terus melanjutkan pencarian hingga seluruh korban ditemukan.
Bencana longsor berskala besar terjadi pada Senin sore (19/5) di Dusun Kebonagung. Longsor tersebut menimbun tiga rumah hingga rata dengan tanah dan merusak tujuh rumah lainnya. Enam warga dilaporkan tertimbun material longsor dan hingga kini belum ditemukan
(Editor :Nando & Trias M.A)



