KEDIRI, jurnalmataraman.com – Para petani cabai di Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, mulai memasuki masa panen raya pekan ini. Meski harga di pasaran cenderung mengalami tren penurunan pasca-Lebaran Ketupat, para petani memilih untuk mempercepat proses petik guna menghindari risiko gagal panen akibat faktor cuaca.
Salah satu petani yang tengah sibuk melakukan panen adalah Supriyono. Pria asal Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, yang mengelola lahan seluas seperempat hektare di Kelurahan Bangsal ini mengaku tidak ingin ambil risiko dengan menunda waktu panen.
“Kondisi cuaca di wilayah Kediri beberapa hari terakhir curah hujannya masih sangat tinggi. Kalau tidak segera dipanen, kami khawatir tanaman cabai justru membusuk di pohon karena genangan air atau kelembapan tinggi,” ujar Supriyono di sela-sela aktivitasnya, Kamis (2/4).
Saat ini, harga cabai rawit di tingkat petani berada di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram. Angka ini memang mengalami penyusutan dibandingkan periode sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp 70 ribu per kilogram. Namun bagi Supriyono, harga tersebut masih masuk dalam kategori ideal bagi para petani.
“Meskipun turun dari harga puncak kemarin, harga Rp 50 ribuan ini sebenarnya sudah bagus. Petani masih bisa mendapatkan keuntungan atau ‘masuk’ hitungannya,” imbuhnya dengan nada optimistis.
Sementara itu, pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri menunjukkan harga cabai rawit kini dibanderol pada kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram. Harga ini turun signifikan jika dibandingkan saat masa Ramadan dan menjelang Idul Fitri yang sempat menembus angka di atas Rp 100 ribu per kilogram.
Untuk mengejar target waktu dan mengantisipasi hujan yang kerap turun di sore hari, Supriyono mengerahkan 10 tenaga pemetik sekaligus. Langkah ini diambil agar seluruh cabai di lahan seperempat hektare miliknya dapat tuntas dipanen dalam waktu dua hari.
Penurunan harga ini diprediksi akan terus stabil seiring dengan banyaknya daerah penyangga di sekitar Kediri yang juga memasuki masa panen raya. Meski keuntungan tidak sebesar saat momentum Lebaran, para petani mengaku lega karena kualitas cabai tahun ini tergolong baik meski dihantam cuaca ekstrem.
Editor : Trias M.A



