Blitar, jurnalmataraman.com – kabar baik datang bagi para pengrajin tahu dan tempe di kabupaten Blitar. Harga kedelai impor yang sempat menyentuh Rp.10 ribu per kilogram, kini berangsur turun menjadi Rp.9 ribu per kilogram dalam beberapa pekan terakhir.
Turunnya harga kedelai membawa angin segar bagi pengrajin karena dapat menekan biaya produksi. Dengan beban produksi yang lebih ringan, pengrajin kini bisa meningkatkan volume produksi sekaligus memperkuat stabilitas usaha mereka.
Hari mustofa pengrajin tahu asal sukorejo, udanawu, kabupaten Blitar mengaku penurunan harga kedelai berdampak positif terhadap kelangsungan usahanya. “dengan harga Rp.9 ribu per kilogram, biaya produksi lebih rendah sehingga kami bisa kembali meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan pasar,” ujarnya.
Hari berharap harga kedelai tetap stabil dan terjangkau agar pengrajin bisa terus melanjutkan usaha tanpa khawatir terbebani biaya tinggi. Ia juga meminta pemerintah turun tangan menjaga stabilisasi pasokan dan harga kedelai impor, mengingat para pengrajin sangat bergantung pada bahan baku tersebut.
( Editor : Daniel & Wahyu Adi )



