Blitar, jurnalmataramancom.- Situasi sulit tengah dirasakan para peternak domba di berbagai daerah tak terkecuali di Kabupaten Blitar. Dalam beberapa bulan terakhir, harga jual domba di pasaran merosot tajam hingga mencapai 40 persen.
Jika sebelumnya satu ekor domba dapat terjual seharga sekitar Rp. 1,5 juta kini harga pasaran hanya berkisar di angka Rp. 1 juta per ekor. Penurunan ini terjadi pada semua jenis domba baik domba lokal maupun hasil persilangan.

Menurut sejumlah peternak, anjloknya harga tersebut bukan disebabkan oleh peningkatan populasi domba di wilayah setempat. Mereka menduga kondisi ini terjadi akibat kebijakan impor yang menghadirkan produk serupa dengan harga jauh lebih murah dibandingkan domba lokal.
Turunnya harga tersebut membuat banyak peternak merugi. Tidak sedikit di antara mereka yang terancam gulung tikar karena kesulitan menjual hewan ternaknya. Situasi semakin berat karena harga pakan ternak justru tidak pernah turun, bahkan cenderung mengalami kenaikan.

Seperti yang dirasakan Supono seorang peternak asal Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Puluhan ekor domba miliknya kini sulit terjual sejak tiga bulan terakhir akibat pasar yang lesu.
“Sudah tiga bulan ini tidak ada pembeli. Padahal biaya pakan terus naik, tapi harga jual malah turun,” keluh Supono saat ditemui di kandangnya.
Para peternak berharap pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan impor dan memberikan solusi agar harga jual domba kembali stabil, sehingga usaha peternakan rakyat bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi yang kian berat.
(Editor : Lusia & Wahyu Adi)



