Kediri, jurnalmataraman.com – Sejak beberapa hari terakhir, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kota Kediri masih terpantau relatif tinggi. Di beberapa pasar, harga daging sapi saat ini mencapai Rp. 120.000 per kilogram, naik dibandingkan harga normal yang sebelumnya berkisar Rp. 100.000 per kilogram.
Kondisi tersebut salah satunya terlihat di Pasar Setono Betek Kota Kediri. Para pedagang mengaku kenaikan harga daging sapi sudah terjadi secara bertahap dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Menurut pedagang, kenaikan harga daging sapi disebabkan oleh minimnya stok pasokan di pasaran. Terbatasnya ketersediaan daging membuat harga terus mengalami peningkatan, meski daya beli masyarakat cenderung melemah.
Suroyo, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Setono Betek, mengatakan mahalnya harga daging sapi berdampak langsung pada penurunan penjualan. Ia mengaku omzet penjualannya turun hingga 50 persen dibandingkan hari-hari biasa.
“Kalau biasanya bisa menjual sekitar 75 kilogram daging sapi per hari, sekarang paling banyak hanya sekitar 35 kilogram,” ujar Suroyo.
Penurunan penjualan juga dialami pedagang lainnya. Endang Sri Utami, pedagang sapi, mengungkapkan bahwa penjualan mengalami penurunan hingga 35 persen. Jika sebelumnya dalam satu hari mampu menjual satu ekor sapi berukuran besar, kini hanya mampu menjual sapi berukuran kecil.
“Konsumen sekarang lebih memilih yang kecil karena harga dagingnya mahal,” kata Endang.
Para pedagang memprediksi harga daging sapi masih berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu ke depan. Hal tersebut diperkirakan terjadi seiring meningkatnya permintaan menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
(Editor : Wahyu Adi)



