Blitar, jurnalmataraman.com – Curah hujan tinggi disertai angin kencang yang kerap terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat potensi bencana alam di Kabupaten Blitar meningkat. Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Blitar kembali mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana agar lebih waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.
Sejumlah wilayah, khususnya di daerah lereng Gunung Kelud dinilai memiliki risiko tinggi terhadap bencana seperti banjir, tanah longsor maupun pohon tumbang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, para relawan Tagana aktif melakukan sosialisasi langsung kepada warga.
Salah satu kegiatan dilakukan di Kampung Kalikuning, Desa Penataran sebuah kawasan terpencil di lereng Kelud. Petugas Tagana mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan imbauan terkait kesiapsiagaan menghadapi cuaca buruk.

Hariyanto, petugas Tagana Kabupaten Blitar menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut penting untuk meminimalkan risiko bencana. Ia mengimbau masyarakat di titik-titik rawan bencana agar tetap siaga dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. “Kami mengajak warga untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Hariyanto menyebutkan bahwa cuaca ekstrem saat ini diperkirakan masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Karena itu, sinergi antarwarga, relawan dan pemerintah desa sangat dibutuhkan dalam menjaga keselamatan bersama.
Selain itu, Tagana juga meminta perangkat desa turut menyikapi kondisi alam yang kurang bersahabat ini dengan meningkatkan komunikasi dan penyampaian imbauan kepada warganya. Pihaknya berharap kejadian bencana dapat dicegah sehingga masyarakat Kabupaten Blitar tetap berada dalam kondisi aman.
(Editor : Alfian & Wahyu Adi)



