Trenggalek, jurnalmataraman.com – Peresmian hunian sementara (Huntara) di Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, disambut antusias oleh warga. Lokasi hunian yang dinilai strategis mudah diakses serta dekat dengan permukiman penduduk membuat warga merasa lebih tenang setelah terdampak bencana tanah gerak.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa meski bersifat sementara Huntara tetap memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi hunian permanen. Dengan syarat adanya renovasi serta penataan ulang lahan, Huntara dapat menjadi tempat tinggal jangka panjang.
“Selain menyediakan tempat tinggal bagi warga terdampak, Huntara ini juga dilengkapi kandang domba komunal sebagai upaya memulihkan ekonomi masyarakat. Fasilitas lain yang tersedia antara lain masjid serta lahan untuk penanaman sayur yang dapat dimanfaatkan warga.”, Ungkap Khofifah.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menjelaskan bahwa pembangunan Huntara merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Sebanyak 27 kepala keluarga kini menempati hunian tersebut sementara 11 KK lainnya tinggal di lahan milik sendiri, lahan tersisa dimanfaatkan untuk kandang domba komunal dengan bibit unggul yang dapat dipanen setiap tiga bulan, sehingga diharapkan menjadi sumber ekonomi baru bagi warga terdampak bencana.” Ujar Nur Arifin.
Dengan diresmikannya Huntara ini, Pemprov Jatim berharap warga dapat segera memulihkan kehidupan pasca bencana tanah gerak. Huntara menjadi langkah awal untuk membangun kembali harapan masyarakat yang sempat kehilangan tempat tinggal.
(Editor: Lusia & Wahyu Adi)



