Trenggalek, jurnalmataraman.com – Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kericuhan, sejumlah elemen masyarakat bersama unsur pemerintah menggelar doa bersama sekaligus deklarasi damai di Mapolres Trenggalek.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai organisasi keagamaan, perguruan pencak silat, mahasiswa serta unsur TNI dan Polri. Selain doa bersama, seluruh elemen yang hadir juga membubuhkan tanda tangan deklarasi damai sebagai wujud komitmen menjaga kondusivitas wilayah Trenggalek.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, menyatakan pemerintah daerah siap menampung seluruh aspirasi masyarakat untuk diteruskan kepada pemerintah pusat maupun DPR RI. “Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat dapat didengar dan menjadi bahan evaluasi agar tercipta keadilan yang merata,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pergerakan massa untuk melakukan aksi unjuk rasa di wilayah Trenggalek. Namun demikian Polres Trenggalek telah menetapkan status siaga satu dengan menggelar patroli skala besar di seluruh wilayah.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, menegaskan patroli berskala besar akan terus dilakukan hingga ada instruksi pencabutan dari Kapolri. Selain itu, aparat gabungan TNI-Polri juga disiagakan untuk mengamankan aset milik pemerintah daerah sebagai langkah pencegahan.
Deklarasi damai ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah dan aparat keamanan demi terciptanya suasana aman dan kondusif di Kabupaten Trenggalek.
( Editor : Nando & Wahyu Adi )



