Tulungagung, jurnalmataraman.com – Proses evakuasi jenazah Supriyanto (68), warga Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, berlangsung dramatis pada Senin (16/6) pagi. Pria lanjut usia tersebut ditemukan meninggal dunia di kamar lantai dua rumahnya, dan sulit dievakuasi melalui akses tangga yang sempit.
Warga sekitar yang kesulitan menurunkan jenazah dari lantai atas kemudian meminta bantuan petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung. Tim penyelamat bersama petugas Inafis Satreskrim Polres Tulungagung segera menuju lokasi dan melakukan evakuasi menggunakan tandu.
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Tulungagung, Iwan Supriyono, menjelaskan bahwa dalam operasi ini pihaknya menurunkan 10 personel.
“Karena tangga dalam rumah sangat sempit, jenazah kami evakuasi dari luar bangunan, menggunakan tangga panjang yang disandarkan ke teras lantai dua. Proses berjalan lancar dan selesai dalam waktu sekitar 30 menit,” ungkap Iwan.
Sementara itu, Kustoyo, salah satu tetangga korban, mengungkapkan bahwa Supriyanto sudah menderita sakit selama sekitar tiga pekan terakhir dan tinggal di kamar lantai dua.
“Sebenarnya pada Jumat lalu keluarga sudah berencana evakuasi dengan bantuan Damkar, tapi almarhum saat itu masih menolak,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung tanpa kendala berarti. Setelah berhasil diturunkan, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kematian, namun pihak keluarga menyebut korban memang telah lama sakit.
( Editor : Ryan & Trias M.A )



