Trenggalek, jurnalomataraman.com – Suasana duka menyelimuti Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, setelah dua korban tanah longsor dimakamkan dalam satu liang di pemakaman umum desa pada Jumat (23/5). Kedua korban adalah Mesinem (85) dan Yatemi (65), warga setempat yang ditemukan meninggal dunia di bawah reruntuhan rumah mereka.
Proses pemakaman dilakukan dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh warga sekitar serta petugas gabungan yang sebelumnya terlibat dalam proses evakuasi. “Pemakaman seharusnya dilaksanakan Kamis kemarin, namun karena cuaca yang tidak mendukung, baru bisa dilaksanakan hari ini,” ujar Sugeng Asmoro, Kepala Desa Depok.
Kedua jenazah berhasil diidentifikasi oleh Tim Inafis Polres Trenggalek setelah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada hari keempat pencarian. Mereka ditemukan di dalam rumah yang rata dengan tanah akibat terjangan longsor yang terjadi pada Senin lalu.
Peristiwa longsor ini mengakibatkan 10 rumah terdampak, dengan tiga rumah di antaranya mengalami kerusakan total. Hingga saat ini, masih ada empat warga yang dinyatakan hilang dan dalam pencarian oleh Tim SAR gabungan. Pihak keluarga berharap pencarian bisa segera membuahkan hasil.
“Kalau nantinya keempat korban ditemukan, kami sepakat mereka juga akan dimakamkan di lokasi yang sama,” kata Sugeng Asmoro, menambahkan bahwa seluruh warga kini juga tengah dalam masa siaga bencana lanjutan mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
Peristiwa ini menambah daftar panjang bencana alam yang melanda wilayah pegunungan di Trenggalek, yang memang rawan longsor saat musim hujan. Pemerintah desa bersama BPBD kini terus melakukan langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya korban lebih lanjut.
(Dimas & Trias M.A)



