Trenggalek, jurnalmataraman.com – Masyarakat Desa Gador, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, menunjukkan antusiasme yang tinggi saat menerima bantuan air bersih dari Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE). Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang terdampak bencana kekeringan yang telah melanda desa mereka sejak awal Agustus 2024.
Kekeringan yang berkepanjangan menyebabkan banyak sumber mata air mengering, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Dalam kondisi ini, mereka hanya dapat mengandalkan bantuan dari berbagai pihak.
Walaupun hujan mulai turun di Kabupaten Trenggalek, kondisi tersebut belum mampu menghidupkan kembali sumber-sumber mata air yang telah mengering. Menurut data dari BPBD Trenggalek, ada 72 desa yang terdampak bencana kekeringan.
“Bantuan ini sangat membantu kami. Tanpa air bersih, kehidupan sehari-hari kami terganggu,” ungkap Jito, salah satu warga Desa Gador.
Ketua KAUJE Korda Trenggalek, Mugo Utomo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyalurkan 14 tangki air bersih kepada masyarakat yang terdampak. Selain itu, penyaluran akan dilanjutkan dengan 24 tangki air bersih tambahan untuk membantu lebih banyak warga yang mengalami kesulitan.
“Bantuan ini tidak hanya ditujukan untuk Desa Gador, tetapi juga akan disalurkan ke desa-desa lain seperti Sumberejo, Gembleb, Bendorejo, Wonocoyo, Parakan, dan Sukosari,” tambah Mugo.
Dengan bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat mengatasi kesulitan air bersih hingga situasi kembali normal.
Penulis : Hammam Defa
Editor : Salma Maluna
Ikuti WhatsApp Channel JTV Kediri dan dapatkan informasi terbaru dengan klik link berikut s.id/jtvkediriwa



