Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Dinkes Kota Kediri Lakukan Pengasapan Untuk Tekan Populasi Nyamuk

by Beny Kurniawan
12 Januari 2026 | 11:27
Reading Time: 2 mins read
0
Dinkes Kota Kediri Lakukan Pengasapan Untuk Tekan Populasi Nyamuk

Kediri, jurnalmataraman.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri melakukan pengasapan atau fogging di Pondok Pesantren Al Ishlah, Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri, serta lingkungan sekitarnya, Senin (12/1). Langkah ini diambil menyusul adanya laporan dua orang warga pondok yang saat ini dirawat di rumah sakit dengan status suspek demam berdarah dengue (DBD).

Sejak pagi hari, petugas Dinkes Kota Kediri menyisir sejumlah titik di dalam dan sekitar kawasan pondok pesantren yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Pengasapan dilakukan secara bertahap di area permukiman, selokan, kamar mandi serta lokasi yang rawan terdapat genangan air.

Fogging dilakukan sebagai upaya untuk menekan populasi nyamuk Aedes aegypti sekaligus mencegah penularan DBD agar tidak meluas ke lingkungan sekitar. Petugas bergerak cepat setelah menerima laporan adanya dua warga pondok yang harus menjalani perawatan medis akibat dugaan terjangkit demam berdarah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri, Hendik Supriyanto mengatakan bahwa musim hujan berpotensi meningkatkan jumlah nyamuk secara signifikan.

“Pada musim hujan seperti sekarang, populasi nyamuk dapat berkembang dengan cepat karena banyaknya genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan. Oleh karena itu selain fogging, kami juga mengimbau masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Hendik Supriyanto.

Selain melakukan pengasapan, Dinkes Kota Kediri juga memberikan edukasi kepada pengelola pondok pesantren dan masyarakat sekitar agar aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air.

Berdasarkan data Dinkes Kota Kediri, hingga Januari 2026 telah ditemukan dua kasus suspek demam berdarah. Sementara itu, pada Desember 2025 lalu tercatat tiga warga Kota Kediri terkonfirmasi terserang DBD. Dinkes memprediksi jumlah kasus berpotensi bertambah seiring masih berlangsungnya musim hujan pada Januari ini.

(Editor : Alfian & Wahyu Adi)

Bagikan di Media Sosial
Tags: DBDdinkes kota kedirifoggingHendik Supriyantoinfo kedirinyamuk Aedes aegyptiPondok Pesantren Al Ishlah
ShareTweetShare
Next Post
Awal Tahun, Stok Beras Bulog Kediri Melimpah

Awal Tahun, Stok Beras Bulog Kediri Melimpah

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .