Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Budidaya Kenari Merlok, Hobi Yang Menguntungkan

by Beny Kurniawan
22 September 2025 | 07:08
Reading Time: 2 mins read
0
Budidaya Kenari Merlok, Hobi Yang Menguntungkan

Kediri, jurnalmataraman.com – Sejak 2010 Zainal Abidin pria asal Desa Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, telah sukses menggeluti budidaya burung kenari jenis merah lokal atau yang sering disebut kenari merlok. Menariknya, selain rutinitasnya sebagai tukang plitur di salah satu tempat mebel di Kota Kediri, Zainal berhasil meraih keuntungan tambahan melalui penjualan puluhan kenari merlok yang ia pelihara dengan telaten.

“Hobi tersalurkan, cuan berdatangan,” ujar Zainal dengan senyum bangga. Keuletan dan ketekunannya dalam merawat kenari merlok telah membuahkan hasil yang tak hanya menguntungkan secara materi, tetapi juga memberikan kepuasan pribadi. Kini Zainal memiliki sekitar 20 indukan kenari merlok yang siap menghasilkan 3 hingga 4 anakan setiap kali bertelur.

Setiap harinya Zainal menghabiskan waktu untuk memberi makanan pada burung-burung kenari miliknya. Ia mengaku tak pernah merasa kesulitan dalam menjual hasil budidayanya. Bahkan permintaan terhadap kenari merlok terbilang sangat tinggi baik dari para pecinta burung di Kediri maupun luar kota.

Kenari merlok memang memiliki daya tarik tersendiri terutama warna merah cerah yang menjadi ciri khasnya. “Kenari merlok ini memiliki warna yang bagus dan cerah membuatnya jadi burung favorit para pecinta burung di banyak daerah,” jelas Zainal. Selain itu, dalam perawatannya, tidak ada perbedaan signifikan dengan perawatan kenari pada umumnya. Namun Zainal menekankan pentingnya memberikan makanan tambahan berupa sawi hijau secara ekstra karena mengandung betakaroten yang tinggi yang dapat membuat warna merah kenari merlok semakin pekat dan menyala.

Zainal juga menambahkan bahwa peminat kenari merlok hasil budidayanya datang dari berbagai daerah, bukan hanya dari Kediri. “Pembeli datang dari Jakarta, Bekasi, Jember dan beberapa kota lain di Jawa Timur,” katanya. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung usia dan kualitas burung. Untuk anakan berusia tiga bulan, Zainal menjualnya dengan harga Rp. 200.000 hingga Rp. 250.000 per ekor. Sementara untuk kenari merlok dewasa, harga bisa mencapai Rp. 1 juta hingga Rp. 1,5 juta per ekor, tergantung dari kualitas dan keunikan warna burung tersebut.

Zainal yang juga bekerja sebagai tukang plitur mebel di Kota Kediri ini mengungkapkan bahwa pendapatan tambahan dari budidaya kenari merlok sangat membantu perekonomian keluarganya. “Selain hobi, ini juga menjadi sumber penghasilan tambahan yang cukup menguntungkan. Saya senang bisa merawat burung-burung ini dengan baik dan melihat hasilnya bisa membawa kebahagiaan bagi orang lain,” ujar Zainal.

Dengan keuletan dan kerja kerasnya, Zainal Abidin telah membuktikan bahwa sebuah hobi yang ditekuni dengan penuh ketekunan dan perhatian dapat menjadi ladang penghasilan yang menguntungkan. Di tengah kesibukannya sebagai tukang mebel, ia tetap mampu merawat puluhan burung kenari merlok yang kini menjadi sumber pendapatan tambahan yang sangat berarti bagi keluarganya.

( Editor : Nina & Wahyu Adi )

Bagikan di Media Sosial
Tags: budidaya burung kenari jenis merah lokalBudidaya Kenari Merlokinfo kedirikota KediriZainal Abidin
ShareTweetShare
Next Post
Bupati Trenggalek Teguran Kunjungan Peneliti UGM di Kawasan Eksplorasi Tambang Emas

Bupati Trenggalek Teguran Kunjungan Peneliti UGM di Kawasan Eksplorasi Tambang Emas

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .