Blitar, Jurnalmataraman.com – Kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Blitar terus mengular dalam sepekan terakhir. Antrean kendaraan yang panjang bahkan terjadi hingga meluber ke bahu jalan di luar area stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Rekaman amatir warga memperlihatkan panjangnya antrean yang terjadi di hampir seluruh SPBU di Blitar sepanjang waktu. Tak jarang, sejumlah SPBU mengalami kehabisan stok BBM sebelum truk tangki pengiriman tiba.
Kondisi ini dikeluhkan oleh para pelanggan yang harus mengantre berjam-jam. Tingginya harga BBM jenis Pertamax membuat warga memilih rela antre panjang demi mendapatkan bahan bakar bersubsidi.
Sejumlah pembeli, Annisa dan Yusuf, mengungkapkan keluh kesah mereka terkait sulitnya mendapatkan pasokan BBM bersubsidi yang memicu antrean panjang tersebut.
Untuk mengatasi situasi ini, sejumlah SPBU terpaksa memberlakukan pembatasan jumlah pembelian. Salah satunya diterapkan di SPBU Agung Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, yang membatasi pembelian maksimum agar penyaluran bisa merata sekaligus meminimalisir potensi penimbunan Pertalite.
Kepala SPBU Agung Bence Yulianto menjelaskan bahwa pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok bagi masyarakat luas.
Masyarakat mengaku bahwa kondisi ekonomi saat ini memaksa mereka bertahan dalam antrean panjang. Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata agar pasokan kembali normal dan aktivitas harian masyarakat tidak terganggu. (Qithfirul Aziz)
(Editor : Trias / Fika)



