Tulungagung, jurnalmataraman.com – Bangkai sapi yang terdampar di tengah aliran Sungai Brantas, tepatnya di Desa Bendosari Kecamatan Ngantru Tulungagung, mengundang kekhawatiran masyarakat setempat. Warga yang tinggal di sekitar Jembatan Ngujang Satu resah karena bau busuk yang mulai tercium dari bangkai sapi berukuran besar tersebut.
Bangkai sapi yang diperkirakan telah membusuk ini ditemukan pada Kamis (4/9) siang. Bau tak sedap yang ditimbulkan dari bangkai tersebut menambah kekhawatiran masyarakat akan potensi penyebaran penyakit. Sebagai langkah penanganan petugas pemadam kebakaran (Damkar) bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat kepolisian dan warga setempat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Tulungagung, Artista Nindya Putra, mengungkapkan bahwa evakuasi bangkai sapi tersebut memerlukan kerjasama berbagai pihak. “Kami langsung turun ke lokasi untuk membantu mengevakuasi bangkai sapi tersebut bersama petugas BPBD, kepolisian, dan warga. Kami membawa bangkai sapi ke tepi sungai untuk dilakukan pemusnahan sesuai dengan prosedur yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung, Tutus Sumaryani, menekankan bahwa penanganan bangkai hewan harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan standar. “Pemusnahan bangkai sapi ini dilakukan dengan cara dibakar dan kemudian dikubur. Tujuannya untuk mencegah potensi penyebaran penyakit yang mungkin ada dalam tubuh hewan tersebut,” kata Tutus.

Tutus juga mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan membuang bangkai hewan, terutama di tempat-tempat yang dapat mencemari lingkungan. “Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang bangkai hewan sembarangan. Selain dapat mencemari lingkungan hal ini juga bisa berpotensi menyebarkan penyakit ke hewan lain maupun manusia,” tambahnya.
Pihak berwenang kini tengah menyelidiki asal-usul bangkai sapi tersebut, karena diduga sengaja dibuang di sungai. Masyarakat juga diminta untuk lebih waspada dan melaporkan jika menemukan kejadian serupa di masa mendatang.
( Editor : Rio & Wahyu Adi )



