Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Babinsa di Kediri Sukses Kembangkan Budidaya Kenari Merah Lokal

by Beny Kurniawan
7 Januari 2026 | 09:00
Reading Time: 2 mins read
0
Babinsa di Kediri Sukses Kembangkan Budidaya Kenari Merah Lokal

Kediri, jurnalmataraman.com – Menjadi aparat teritorial tidak menghalangi kreativitas untuk berwirausaha. Hal tersebut dibuktikan oleh Sertu Supriyadi, anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren Kota Kediri, yang sukses mengembangkan usaha budidaya burung kenari merah lokal (Merlok) di sela tugas pokoknya sebagai prajurit TNI.

Prajurit TNI AD yang bertugas di Koramil 02 Pesantren, Kodim 0809 Kediri itu mengaku hobi beternak burung telah digelutinya sejak lama. Ketertarikan tersebut mulai muncul pada 2009 saat dirinya masih berdinas di Malang. Namun, usaha budidaya kenari baru benar-benar ditekuni secara serius sejak 2020, setelah ia bertugas di Kota Kediri.

“Hobi ini awalnya hanya untuk hiburan di sela kesibukan bertugas. Seiring waktu, ternyata bisa berkembang menjadi usaha yang cukup menjanjikan,” ujar Sertu Supriyadi.

Saat ini, ia memiliki sedikitnya 12 pasang indukan kenari merah lokal dengan kualitas unggulan. Dalam memasarkan hasil ternaknya, Sertu Supriyadi bergabung dengan komunitas Merlok Kediri, sehingga tidak mengalami kendala dalam penjualan.

Dalam satu bulan, ia mampu menjual sekitar 10 hingga 15 ekor burung kenari, dengan estimasi penghasilan tambahan berkisar Rp. 3 juta hingga Rp. 3,5 juta per bulan.

Usaha yang dijalani Sertu Supriyadi mendapat apresiasi dari atasannya. Danramil Pesantren, Kapten Inf Dwi Agus Harianto, menyatakan pihaknya mendukung anggota yang memiliki usaha sampingan selama tidak mengganggu tugas pokok sebagai prajurit TNI.

Menurutnya, kegiatan positif semacam ini diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian ekonomi prajurit, baik selama masih aktif berdinas maupun sebagai bekal setelah memasuki masa purna tugas, sekaligus memberikan manfaat bagi kesejahteraan keluarga.

Sementara itu, harga burung kenari merah lokal di wilayah Kediri saat ini bervariasi. Untuk anakan, harga berkisar antara Rp. 250 ribu hingga Rp. 350 ribu per ekor. Sementara tembayan usia 3 hingga 8 bulan dibanderol sekitar Rp. 500 ribu hingga Rp. 650 ribu, sedangkan pejantan dewasa dapat mencapai harga Rp. 850 ribu hingga Rp. 1,5 juta per ekor.

(Editor : Wahyu Adi)

Bagikan di Media Sosial
Tags: Babinsa KediriBudidaya KenariKenari Merah Lokalkodim 0809 kedirikoramil pesantrenMerlokTNI ADumkmUsaha Sampingan
ShareTweetShare
Next Post
Patung Macan Putih Viral, UMKM Balongjeruk Raup Berkah

Patung Macan Putih Viral, UMKM Balongjeruk Raup Berkah

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .