Kediri, jurnalmataraman.com – Pemerintah Kota Kediri menggelar Apel Gelar Peralatan dan Simulasi Penanganan Bencana Banjir di kawasan Bantaran Sungai Brantas, Kamis pagi. Kegiatan ini menjadi wujud kesiapsiagaan Pemkot Kediri dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama seiring prediksi cuaca ekstrem pada musim penghujan.
Apel tersebut dipimpin langsung Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati. Dalam kesempatan itu, dilakukan pemeriksaan pasukan serta pengecekan berbagai peralatan penanggulangan bencana dari masing-masing instansi yang hadir. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memastikan seluruh sumber daya siap dikerahkan sewaktu-waktu apabila terjadi keadaan darurat.
Wali Kota Kediri juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD Provinsi Jawa Timur atas dukungan peralatan logistik, dan bantuan bibit pohon. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari mitigasi jangka panjan

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, menjelaskan bahwa simulasi penanganan banjir turut melibatkan warga dari kelurahan rawan banjir, seperti Gayam dan Ngampel. Dalam simulasi tersebut skenario yang dilatihkan meliputi proses evakuasi korban, pemberian pertolongan pertama, hingga penanganan pengungsi di titik aman.
“Pelibatan masyarakat menjadi penting agar mereka memiliki pengetahuan dan reaksi cepat ketika menghadapi situasi nyata di lapangan,” ujar Joko Ariyanto.
Apel dan simulasi yang melibatkan unsur TNI, Polri, Brimob, Basarnas, relawan, serta warga ini menjadi bukti komitmen Kota Kediri untuk terus bertransformasi menjadi kota yang kuat dan tangguh dalam menghadapi dinamika alam dan perubahan iklim. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi banjir di wilayah Kota Kediri.
( Editor : Nando & wahyuadi )

