Kediri, jurnalmataraman.com – Menghadapi tingginya curah hujan dan potensi angin kencang di wilayah Kota Kediri, Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) mulai melakukan pemangkasan terhadap sejumlah pohon di pinggir jalan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang secara tiba-tiba yang dapat membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.
Petugas DLHKP tampak melakukan pemangkasan di kawasan Pesantren Kota Kediri, setelah menerima laporan dari warga yang khawatir terhadap kondisi pohon yang dianggap rawan tumbang. Pemangkasan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Menurut Djati Fery Krisna Pamungkas Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHKP Kota Kediri, kegiatan pemangkasan ini merupakan bagian dari upaya antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan tinggi disertai angin kencang.
“Pemangkasan kami lakukan untuk mengurangi risiko pohon tumbang yang bisa menimpa rumah warga, kendaraan atau jaringan listrik. Setiap minggu kami melakukan pemangkasan di sekitar 25 titik lokasi berbeda,” ujar Djati.
Ia menambahkan, proses pemangkasan biasanya dilakukan setelah adanya aduan masyarakat maupun hasil pemantauan lapangan terhadap pohon-pohon yang dianggap berisiko di sepanjang jalan utama Kota Kediri.
Namun demikian, meningkatnya permintaan warga untuk pemangkasan pohon membuat petugas kewalahan. Hal ini disebabkan keterbatasan jumlah personel dan sarana prasarana yang dimiliki oleh DLHKP saat ini.
Meski begitu, pihak dinas berkomitmen untuk terus merespons laporan masyarakat seoptimal mungkin guna menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan di tengah musim hujan yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal tahun mendatang.
( Editor : Daniel & Wahyu Adi )



