Tulungagung, jurnalmataraman.com – Kelompok masyarakat yang menamakan diri Pejuang Gayatri di Tulungagung bersiap menggelar aksi damai pada, Kamis 11 September mendatang. Antusiasme warga terhadap gerakan ini terlihat dari banyaknya donasi yang terkumpul meski akun penggalangan baru dibuka kurang dari 24 jam.
Para koordinator lapangan (Korlap) aksi membuka posko donasi di depan Gedung DPRD Tulungagung, Sabtu (7/9) untuk menampung partisipasi masyarakat. Donasi yang masuk tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga logistik seperti makanan dan minuman. Dukungan datang dari warga Tulungagung yang berdomisili di luar daerah bahkan hingga luar negeri. Posko donasi dijadwalkan ditutup Rabu tengah malam, sehari sebelum aksi berlangsung.
“Donasi masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan dukungan moral dan material terhadap gerakan kami,” ujar Ahmad Dardiri salah satu korlap aksi damai Pejuang Gayatri.
Ahmad menjelaskan massa aksi akan berkumpul di GOR Tulungagung sebelum bergerak menuju Kantor ATR/BPN kemudian berlanjut ke Gedung DPRD. Peserta aksi diperkirakan mencapai seribu orang.
Dalam aksinya massa Pejuang Gayatri akan mengangkat isu nasional maupun regional yang dinilai belum tersentuh penyelesaian. Salah satu fokus tuntutan adalah mendesak pemerintah daerah dan DPRD Tulungagung bekerja secara profesional sesuai peraturan perundang-undangan serta menyoroti persoalan konflik agraria di Desa Ngepoh Kecamatan Tanggunggunung.
Penyelenggara aksi menyebut telah menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi potensi penyusupan maupun gangguan keamanan.
(editor : Pandu & Wahyu Adi)



