Blitar, jurnalmataraman.com – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan dunia usaha. Tidak lagi terbatas pada perusahaan teknologi, AI mulai dimanfaatkan berbagai sektor untuk membantu pekerjaan, menganalisis data, meningkatkan pelayanan pelanggan, hingga membuat proses bisnis menjadi lebih efisien.
Perkembangan tersebut membuat aktivitas bisnis semakin bergantung pada teknologi digital. Namun, di tengah masifnya adopsi AI, ada satu hal yang perlu mendapat perhatian: kesiapan infrastruktur internet sebagai fondasi yang menopang berbagai aktivitas digital tersebut.
Penggunaan aplikasi berbasis cloud, video conference, sistem ERP dan CRM, penyimpanan data, hingga platform AI membuat perusahaan harus mampu mengirim dan menerima data secara cepat, stabil, dan konsisten.
Artinya, internet bagi dunia usaha saat ini bukan lagi sekadar fasilitas pendukung. Konektivitas telah menjadi bagian dari infrastruktur penting untuk memastikan operasional bisnis tetap berjalan.

Chief Sales & Marketing PT Sumber Data Indonesia, Anditia Jaya Putra, mengatakan perkembangan teknologi harus diikuti dengan kesiapan infrastruktur yang menjadi fondasinya.
Transformasi digital tidak hanya tentang bagaimana perusahaan mengadopsi teknologi baru, tetapi juga bagaimana infrastruktur konektivitas mampu mendukung teknologi tersebut. Ketika penggunaan AI, cloud, dan aplikasi digital semakin meningkat, kebutuhan terhadap konektivitas yang andal juga semakin besar,” ujar Anditia Jaya Putra.
Bukan Sekadar Soal Kecepatan
Selama ini, kualitas internet sering kali hanya dilihat dari seberapa besar kecepatan atau bandwidth yang ditawarkan. Padahal, kebutuhan konektivitas untuk bisnis memiliki aspek yang lebih luas.
Stabilitas koneksi, konsistensi performa, latency, hingga jalur yang digunakan untuk mengirimkan data menjadi faktor penting. Terlebih bagi perusahaan yang menggunakan layanan digital dengan server atau jaringan yang berada di berbagai wilayah.
Karena itu, menurut Andik, perusahaan perlu melihat konektivitas sebagai bagian dari strategi digitalisasi, bukan hanya sebagai kebutuhan operasional.

Yang dibutuhkan bisnis bukan sekadar internet yang cepat, tetapi koneksi yang dapat diandalkan untuk mendukung keseluruhan aktivitas digital. Semakin kritis sebuah aplikasi bagi operasional perusahaan, semakin penting pula kualitas konektivitas yang menopangnya,” jelasnya.
Zetta-Transit,Menghubungkan Jaringan ke Dunia
Salah satu aspek yang semakin penting di tengah berkembangnya bisnis digital adalah konektivitas menuju jaringan global.
Saat perusahaan mengakses layanan cloud, aplikasi internasional, platform digital, atau berkomunikasi dengan mitra di luar negeri, trafik data harus melewati berbagai jaringan sebelum mencapai tujuan. Di sinilah IP Transit memiliki peran penting.
Secara sederhana, IP Transit dapat dianalogikan sebagai jalur utama yang menghubungkan sebuah jaringan dengan berbagai jaringan internet lainnya di seluruh dunia. Semakin baik konektivitas dan jalur yang tersedia, semakin optimal pula proses pertukaran data yang berlangsung.
Melalui Zetta-Transit, PT Sumber Data Indonesia menyediakan layanan IP Transit yang dirancang untuk mendukung kebutuhan konektivitas menuju jaringan internet global.
Zetta-Transit menggunakan Autonomous System AS58389 dan memiliki konektivitas dengan lebih dari 200 jaringan Autonomous System. Infrastruktur tersebut memungkinkan trafik data terhubung dengan berbagai jaringan melalui jalur yang lebih optimal.
Pengelolaan trafik juga memanfaatkan Border Gateway Protocol (BGP) untuk membantu menentukan rute jaringan yang sesuai.
Bagi ISP, operator telekomunikasi, data center, maupun perusahaan yang memiliki kebutuhan konektivitas berskala besar, keberadaan IP Transit menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan cloud, AI, aplikasi digital, dan pertukaran data lintas wilayah.
Zetta-Net dan Zetta-Transit Saling Melengkapi
Selain konektivitas global melalui Zetta-Transit, PT Sumber Data Indonesia juga menghadirkan Zetta-Net, layanan internet dedicated yang ditujukan untuk kebutuhan bisnis.
Jika dianalogikan, Zetta-Net dapat dipandang sebagai akses konektivitas utama bagi perusahaan dalam menjalankan aktivitas internet sehari-hari. Sementara Zetta-Transit berperan dalam menghubungkan jaringan dengan berbagai jaringan internet global.
Keduanya menjadi bagian dari ekosistem konektivitas yang dibutuhkan ketika perusahaan semakin bergantung pada teknologi digital.
Bagi dunia usaha di Kediri dan Jawa Timur, kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang. Digitalisasi memungkinkan bisnis lokal menjangkau pasar yang lebih luas, memanfaatkan layanan cloud, mengadopsi AI, serta menjalankan berbagai aktivitas bisnis secara lebih efisien.
Menurut Andik, perkembangan teknologi ke depan akan membuat kebutuhan konektivitas semakin kompleks.
“Kami percaya konektivitas akan menjadi bagian semakin penting dalam perkembangan ekonomi digital. Karena itu, kami ingin terus membangun infrastruktur yang dapat mendukung kebutuhan bisnis, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk menghadapi kebutuhan teknologi yang terus berkembang,” pungkasnya.
Saatnya persiapkan konektivitas bisnis untuk kebutuhan digital hari ini dan masa depan bersama PT Sumber Data Indonesia. Hadirkan koneksi internet dedicated melalui Zetta-Net dan konektivitas jaringan global melalui Zetta-Transit untuk mendukung bisnis yang semakin terhubung.
Kenali lebih jauh solusi konektivitas Zetta dan kebutuhan jaringan bisnis Anda melalui sdi.net.id.


