Blitar, jurnalmatraman.com – Kondisi aliran Sungai Plosoarang yang melintasi wilayah Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, kian memprihatinkan. Tepat di kawasan bahu Jalan Nasional Blitar-Tulungagung, sungai tersebut kini beralih fungsi layaknya tempat pembuangan sampah liar yang dipenuhi oleh berbagai jenis limbah.
Tumpukan sampah yang didominasi oleh plastik rumah tangga itu membuat aliran air sungai menjadi keruh dan kotor. Mirisnya, warga sekitar juga kerap kali menemukan bangkai hewan yang membusuk terbawa arus atau sengaja dibuang ke aliran sungai tersebut.
Kondisi lingkungan yang kumuh ini tak pelak memicu munculnya aroma tak sedap yang sangat menyengat. Selain menjadi sarang perkembangbiakan lalat dan nyamuk, warga sekitar kini dihinggapi rasa waswas apabila air sungai yang tercemar parah tersebut perlahan meresap dan mengontaminasi sumber air bersih di sumur-sumur mereka.
Dampak buruk pencemaran ini nyatanya tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga mulai mencekik urat nadi perekonomian warga setempat. Sejumlah pedagang yang mendirikan lapak usaha di sekitar lokasi sungai mengeluh keras. Mereka khawatir bau busuk yang menyengat serta banyaknya lalat akan mengganggu kenyamanan dan membuat pelanggan enggan mampir.
Salah seorang warga setempat, Muhammad Yuli Asnawi, membeberkan bahwa fenomena penumpukan sampah di Sungai Plosoarang ini ibarat masalah klasik yang terus berulang setiap tahun, terutama saat memasuki musim kemarau di mana debit air sungai menyusut drastis.
Yuli menegaskan, gunungan sampah tersebut dipastikan bukan berasal dari warga sekitar. “Kalau warga di sini sudah tertib, karena di wilayah ini sudah disediakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara. Jadi kemungkinan besar ini adalah sampah buangan dari orang luar atau pelintas jalan yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.
Selama ini, warga sekitar sejatinya tidak tinggal diam. Secara swadaya dan gotong royong, mereka sering meluangkan waktu untuk membersihkan aliran sungai dari tumpukan sampah.
Kendati demikian, langkah swadaya tersebut dinilai belum cukup untuk menuntaskan masalah. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui dinas terkait untuk segera turun tangan mengambil langkah konkret, termasuk memberikan sanksi tegas kepada para pelaku pembuang sampah sembarangan agar kelestarian Sungai Plosoarang dapat kembali terjaga.
( Editor : Saldi / Aqillah)



