Blitar, jurnalmataraman.com – Insiden ledakan petasan atau mercon kembali memakan korban jiwa di wilayah Kabupaten Blitar. Sebanyak tiga orang, yang terdiri dari satu pemuda dan dua anak-anak, menjadi korban ledakan petasan rakitan di area persawahan Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, pada Rabu (26/5) pagi. Satu korban pemuda dilaporkan tewas dengan kondisi luka parah, sementara dua korban anak-anak lainnya harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan intensif.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Tragedi ini bermula ketika keenam orang pemuda dan anak-anak desa setempat tengah asyik menyiapkan balon udara tradisional untuk diterbangkan. Untuk menambah semarak, puluhan petasan rakitan sengaja digantungkan pada bagian ekor balon udara tersebut. Petaka datang ketika balon udara hendak mengudara. Diduga ada salah satu petasan yang gagal meledak. Melihat hal itu, korban berinisial I (23) langsung berinisiatif mengambil petasan tersebut. Nahas, saat berada di genggaman, petasan rakitan itu tiba-tiba meledak dengan hebat.
Akibat ledakan keras tersebut, tiga dari enam orang yang berada di lokasi kejadian menderita luka-luka. Korban I mengalami luka paling parah dengan kondisi tangan kanan hancur sebatas siku. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit saat kondisinya kritis, nyawa pemuda berusia 23 tahun tersebut pada akhirnya tidak tertolong.
Sementara itu, dua korban lain yang masih di bawah umur turut terkena imbas ledakan. Korban berinisial ADR (12) mengalami luka lecet pada bagian jari tangan kiri dan dagu. Sedangkan korban ketiga mengalami luka bakar pada jari tangan kiri serta area wajah.
Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, membenarkan adanya insiden mematikan tersebut. Pihak kepolisian juga telah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.
Terkait kondisi terkini para korban, Muheni memastikan penanganan medis telah dilakukan secara maksimal. “Saat ini korban meninggal dunia telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Sementara kedua korban luka-luka sudah dalam kondisi sadar dan sedang mendapat perawatan medis,” terangnya.
Insiden ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat terkait bahaya menerbangkan balon udara yang disertai bahan peledak rakitan.
( Editor : Saldi / Firman )



