Tulungagung,jurnalmataraman.com – Peristiwa ambruknya ruang kelas enam tersebut terjadi pada Selasa (26/5) dini hari, sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Diduga kuat, insiden ini dipicu oleh usia bangunan yang sudah tua dan belum pernah mendapatkan sentuhan renovasi, sehingga bagian atap dan dinding tak lagi mampu menahan beban.
Beruntung tidak ada aktivitas siswa saat kejadian berlangsung. Kepala SDN 1 Babadan, Endang Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah mengambil langkah antisipatif jauh-jauh hari. Ruangan yang ambruk tersebut rupanya telah dikosongkan sejak satu bulan terakhir. “Langkah ini dilakukan setelah muncul tanda-tanda kerusakan pada kayu penyangga atap yang semakin rapuh dan dinilai membahayakan keselamatan siswa,” terang Endang.
Kendati terhindar dari korban jiwa, insiden ini berdampak langsung pada proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Tercatat sebanyak 63 siswa kini terdampak dan terpaksa harus dipindahkan. Pihak sekolah mengalihfungsikan ruang perpustakaan dan musala sebagai tempat belajar sementara. Meski harus menimba ilmu di tengah keterbatasan ruang, Endang memastikan bahwa proses pembelajaran tetap berlangsung secara optimal agar para siswa tidak tertinggal materi pelajaran.
Atas kejadian ini, pihak sekolah sangat berharap adanya respons cepat dari para pemangku kebijakan. Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung didesak untuk segera turun tangan melakukan perbaikan fisik pada bangunan yang rusak. Rehabilitasi ruang kelas dinilai sangat mendesak agar para siswa dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan layak.
(Editor : Saldi / Dinda)



