Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jelang Idul Adha 2026, Pesanan Pisau di Tulungagung Naik Meski Harga Bahan Baku Melambung

by Agus Bondan
25 Mei 2026 | 12:00
Reading Time: 2 mins read
0
Jelang Idul Adha 2026, Pesanan Pisau di Tulungagung Naik Meski Harga Bahan Baku Melambung

Tulungagung, jurnalmataraman.com – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2026, geliat ekonomi mulai dirasakan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlengkapan kurban. Di sentra industri pisau Kabupaten Tulungagung, permintaan berbagai jenis alat potong mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kondisi ini membawa berkah tersendiri bagi para perajin, meskipun di sisi lain mereka harus memutar otak menyiasati melambungnya harga bahan baku besi baja.

Pemandangan sibuk terlihat di Desa Kiping, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Ratusan perajin pandai besi di kawasan tersebut kini tengah kebanjiran pesanan dan merasakan lonjakan omzet. Berbagai peralatan seperti pisau, golok, hingga kapak pemotong tulang diburu oleh masyarakat untuk kebutuhan penyembelihan hewan kurban dan pengolahan daging.

Secara umum, volume pemesanan tercatat meningkat lebih dari 10 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa. Peningkatan ini turut dirasakan langsung oleh Kusnanto, salah seorang perajin pisau setempat. Kusnanto menuturkan bahwa pesanan yang masuk jelang musim kurban kali ini mengalami lonjakan yang positif. “Jumlah pesanan yang biasanya hanya berkisar 1.000 buah pada hari biasa, kini meningkat menjadi sekitar 1.200 buah,” ungkapnya.

Menariknya, mayoritas konsumen atau pengepul saat ini cenderung mencari dan memesan pisau dengan kualitas material yang lebih baik. Hal ini dilakukan demi memastikan kelancaran dan ketajaman alat saat digunakan untuk menunjang proses pemotongan hewan kurban. Kenaikan Harga Dipicu Bahan Baku Besi Baja Di tengah tingginya gelombang permintaan pasar, harga jual alat potong ini terpaksa harus dikoreksi naik. Para perajin menyebutkan bahwa penyesuaian harga ini tidak bisa dihindari akibat melambungnya harga besi baja, yang merupakan bahan baku utama pembuatan pisau dan golok.

Berdasarkan pantauan di lokasi, harga pisau yang sebelumnya dibanderol pada kisaran Rp 40.000 hingga Rp 80.000 per buah, kini mengalami kenaikan rata-rata sebesar Rp 5.000 per buah. Sementara itu, untuk alat jenis kapak pemotong tulang, harganya stabil di angka Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per buah tergantung ukuran dan ketebalan material.

Meski kenaikan harga ini sempat dikeluhkan oleh sebagian konsumen, roda transaksi tetap berjalan lancar. Mengingat waktu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang semakin dekat, pisau dan peralatan potong daging telah menjadi kebutuhan primer yang tidak bisa ditunda. Kondisi tersebut membuat masyarakat mau tidak mau tetap membeli peralatan kurban meskipun harus merogoh kocek sedikit lebih dalam.

(Editor : Saldi / Zahra)

Bagikan di Media Sosial
Tags: bahan bakuberita tulungagungheadlineinfo tulungagungTulungagung
ShareTweetShare
Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .