Blitar, jurnalmataraman.com – Tradisi berburu ikan mabuk pasca-penggelontoran air (flushing) di Sungai Brantas kembali berujung petaka. Seorang warga dilaporkan hilang setelah tenggelam dan terseret derasnya aliran sungai di kawasan Kedung Ketek, Kelurahan Jegu, Kabupaten Blitar, Senin (18/5) sore. Korban diketahui bernama Isnaini (50), warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Detik-detik hilangnya korban sempat terekam oleh kamera amatir warga yang memperlihatkan betapa ganasnya pusaran air Sungai Brantas pasca-proses flushing.
Berdasarkan informasi di lapangan, musibah tersebut sebenarnya menimpa tiga orang warga sekaligus saat mereka tengah asyik mencari ikan. Beruntung, dua korban lainnya dinyatakan selamat dan berhasil dievakuasi, sedangkan Isnaini langsung tenggelam ditelan arus. Pasca-kejadian tersebut, tim gabungan dari Basarnas dan BPBD Kabupaten Blitar langsung diterjunkan untuk melakukan upaya penyelamatan. Petugas menyisir titik awal hilangnya korban menggunakan perahu karet, sementara sebagian personel melakukan penyisiran menyusuri jalur darat.
Memasuki hari kedua pencarian pada Selasa (19/5), tim SAR terus berpacu dengan waktu. Pihak operasional di lapangan juga tengah mengupayakan tambahan kekuatan untuk mempercepat proses penemuan korban. “Pencarian di hari kedua ini sementara menggunakan satu perahu karet, dan kami masih menunggu bantuan personel maupun armada dari BPBD maupun tingkat nasional,” terang Koordinator Siaga SAR Malang, Imam Nahrowi.
Imam menambahkan, medan sungai yang dinamis membuat tim harus memperluas jangkauan operasi. Petugas telah memetakan jalur aliran sungai yang menjadi potensi lokasi tersangkutnya korban. “Radius pencarian hari ini kami targetkan menyisir sepanjang 4,6 kilometer ke arah hilir dari titik awal hilangnya korban.
( Editor : Afif / Dundi )



