Jombang, jurnalmataraman.com – Pemandangan unik mewarnai pengumpulan koper calon jamaah haji (CJH) di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Senin (4/5) siang. Untuk menghindari risiko tertukar saat tiba di Tanah Suci, para jamaah memasang berbagai penanda unik yang mencolok pada koper mereka.
Ratusan koper mulai memadati aula Kemenag Jombang sejak pagi. Petugas pun sibuk melakukan pendataan dan pemindaian barcode pada setiap koper yang masuk. Namun, yang menarik perhatian adalah kreativitas para jamaah dalam memberi identitas tambahan pada koper seragam tersebut.
Mulai dari boneka kecil, gantungan kunci khas, pita warna-warni yang mencolok, tali tampar, hingga gelas plastik bekas tampak terikat kuat di pegangan koper. Meski pihak Kemenag sudah menyediakan label nama dan barcode resmi, para jamaah merasa penanda tambahan tersebut sangat krusial.
Sayidur Rohman, salah satu calon jamaah haji, mengungkapkan bahwa pemasangan penanda ini merupakan inisiatif pribadi untuk memudahkan pencarian koper di tengah ribuan koper lainnya saat di Arab Saudi nanti. “Kalau cuma mengandalkan nama atau barcode, pasti sulit mencarinya dari jauh karena semua kopernya sama. Jadi saya pasang tanda sendiri yang paling saya kenali agar kalau sudah turun dari pesawat atau tiba di hotel, saya bisa langsung ambil,” ujarnya.
Tahun ini, Kemenag Kabupaten Jombang akan memberangkatkan sebanyak 1.266 jamaah yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter). Perinciannya adalah Kloter 60 sebanyak 154 jamaah, Kloter 61 sebanyak 373 jamaah, Kloter 62 sebanyak 375 jamaah, dan Kloter 63 sebanyak 364 jamaah. Sesuai jadwal, seluruh koper ini akan dikirim terlebih dahulu ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebelum nantinya diterbangkan bersama para jamaah menuju Tanah Suci
( Editor : Afif / Yusa )



