Kediri, jurnalmataraman.com – Insiden kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di dekat Stasiun Bekasi Timur berdampak luas pada operasional kereta api jarak jauh. PT KAI Daop 7 Madiun terpaksa membatalkan dua jadwal keberangkatan menuju Jakarta pada Selasa (28/4) guna mendukung proses evakuasi serta memastikan keamanan jalur di lokasi kejadian.
Dua rangkaian kereta api yang batal diberangkatkan tersebut adalah KA Madiun Jaya relasi Madiun-Pasar Senen dan KA Singasari relasi Blitar-Pasar Senen. Langkah ini diambil sebagai mitigasi risiko keselamatan pasca-kecelakaan yang dikabarkan menelan tujuh korban jiwa tersebut. Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Pihaknya kini fokus melayani para calon penumpang yang terdampak pembatalan jadwal keberangkatan tersebut.
“Bagi calon penumpang yang terdampak, PT KAI Daop 7 Madiun memberikan kompensasi berupa pengembalian bea tiket 100 persen. Proses refund dapat dilakukan di stasiun keberangkatan,” ujar Tohari dalam keterangan resminya. Meski terdapat pembatalan untuk dua rangkaian tersebut, aktivitas di Stasiun Kediri dilaporkan mulai berangsur normal. Kepala Stasiun Kediri, Sifion Aris Wibowo, menyatakan bahwa sejumlah rangkaian kereta api jarak jauh lainnya masih tetap beroperasi sesuai jadwal.
“Selain dua kereta yang dibatalkan tersebut, secara keseluruhan perjalanan kereta api di Stasiun Kediri sudah mulai normal. Sebagai contoh, KA Matarmaja jurusan Pasar Senen pada Selasa siang tetap diberangkatkan sesuai jadwal,” jelas Sifion Aris Wibowo. Sebelumnya, publik dikejutkan dengan insiden KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak rangkaian KRL di dekat Stasiun Bekasi Timur. Proses evakuasi rangkaian dan perbaikan jalur terus diupayakan secara maksimal agar arus transportasi kereta api dari dan menuju Ibu Kota kembali pulih sepenuhnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan KNKT masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab pasti dari kecelakaan maut yang merenggut nyawa tujuh orang tersebut.
( Editor : Saldi / Sea )



