KEDIRI, jurnalmataraman.com – Tren kenaikan harga energi mulai dirasakan masyarakat di Kota Kediri. Sejak beberapa hari terakhir, harga gas elpiji non-subsidi di wilayah tersebut mengalami kenaikan signifikan. Dampaknya, volume penjualan di tingkat pangkalan menurun tajam karena konsumen mulai membatasi pembelian. Kenaikan harga ini terpantau di sejumlah pangkalan, salah satunya di kawasan Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Lonjakan harga terjadi pada tabung gas elpiji varian Bright Gas 5,5 kilogram dan tabung 12 kilogram.
Tidak tanggung-tanggung, kenaikan harga berkisar di angka Rp 30 ribu per tabungnya. Untuk elpiji ukuran 5,5 kilogram yang sebelumnya dibanderol Rp 90 ribu, kini meroket menjadi Rp 107 ribu. Sementara itu, untuk ukuran 12 kilogram yang semula dijual seharga Rp 185 ribu, saat ini menembus angka Rp 228 ribu. Ruli, salah seorang pemilik pangkalan di kawasan Pesantren, mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab utama kenaikan harga yang cukup drastis tersebut. Menurutnya, pihak pangkalan hanya menyesuaikan harga jual sesuai dengan ketetapan terbaru dari pihak agen.
“Kami hanya mengikuti harga dari agen. Sejak naik, imbasnya sangat terasa ke penjualan. Stok jadi lebih lama habis,” ujar Ruli saat ditemui di pangkalannya, Jumat (24/4). Melejitnya harga elpiji nonsubsidi ini berbanding lurus dengan penurunan omzet pangkalan. Ruli membeberkan, biasanya ia mampu menjual hingga 25 tabung hanya dalam waktu dua hari. Namun, sejak pemberlakuan harga baru, stok gas di pangkalannya cenderung mandeg dan masih utuh hingga beberapa hari.
Banyak konsumen, terutama dari kalangan rumah tangga menengah ke atas dan pelaku usaha mikro, yang mulai mengeluhkan kebijakan ini. Meski harga melambung, Ruli memastikan bahwa dari sisi pasokan tidak ada kendala. Distribusi dari agen ke pangkalan sejauh ini masih tergolong lancar dan aman.
Para pemilik pangkalan berharap kondisi harga dapat kembali stabil. Pasalnya, jika tren kenaikan terus berlanjut, dikhawatirkan akan terjadi migrasi besar-besaran konsumen non-subsidi ke elpiji 3 kilogram bersubsidi yang dapat memicu kelangkaan di masyarakat bawah.
Editor : Trias / Sea


