Kediri, jurnalmataraman.com – Menjelang laga kontra Madura United, Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri terus mengebut pembenahan Stadion Brawijaya. Salah satu fokus utama adalah perombakan pagar pembatas penonton untuk meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan.
Penggantian pagar ini merupakan tindak lanjut dari catatan evaluasi risk assessment yang sebelumnya diberikan oleh pihak kepolisian. Sepanjang 94 meter pagar di zona prioritas telah tuntas diganti sebelum hari pertandingan. Sementara pemasangan di sejumlah sektor lainnya akan dilanjutkan secara bertahap pasca-laga.
Ketua Panpel Persik Kediri Tri Widodo menjelaskan, desain pagar baru ini dirancang jauh lebih kokoh dari sebelumnya. Sistem pembatas ini juga dirancang fleksibel dan bisa dibuka-tutup guna mempercepat proses evakuasi penonton jika terjadi kondisi darurat di dalam stadion.
“Pagar baru ini dirancang lebih kuat dan dapat dibuka-tutup, tujuannya agar proses evakuasi berjalan lancar apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat,” ujar Tri.
Langkah taktis ini langsung berdampak positif pada standar keamanan markas Macan Putih. Hasil evaluasi terbaru menunjukkan adanya peningkatan skor kelaikan Stadion Brawijaya, dari yang sebelumnya 62 persen kini naik menjadi 65,15 persen.
Terkait kehadiran suporter, Panpel memastikan tidak ada kenaikan harga tiket untuk laga kandang kali ini. Tiket tribun ekonomi tetap dibanderol seharga Rp 50 ribu, kelas utama Rp 100 ribu, dan kelas VIP Rp 150 ribu.
Sistem penjualan tiket sepenuhnya dilakukan secara daring. Nantinya, penonton hanya perlu memindai barcode sebagai akses masuk ke area tribun. Untuk laga ini, Panpel telah menyiapkan kuota sekitar 6 ribu lembar tiket yang mencakup seluruh kategori.
Pertandingan antara Persik Kediri melawan Madura United ini diharapkan bisa berlangsung dengan aman dan tertib. Pembenahan infrastruktur ini sekaligus menjadi momentum manajemen untuk memastikan kenyamanan suporter selama mendukung tim kebanggaannya berlaga.(Beny Kurniawan)
(Editor: Trias / Tesa)



