KEDIRI, jurnalmataraman.com – Warga kawasan Ngronggo, Kota Kediri, digemparkan dengan peristiwa kematian tak wajar seorang anak balita berusia 3 tahun. Korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi yang memprihatinkan, yakni terdapat sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Temuan ini memunculkan dugaan kuat bahwa bocah nahas tersebut merupakan korban penganiayaan.
Peristiwa tragis ini mulai terungkap pada Rabu petang. Saat itu, ketenangan warga sekitar pecah oleh suara teriakan permintaan tolong yang berasal dari rumah keluarga korban, yakni pasangan suami istri Wito dan Hariyani.Mendengar teriakan tersebut, para tetangga bergegas mendatangi lokasi kejadian untuk mencari tahu apa yang terjadi. Namun nahas, saat warga tiba di dalam rumah dan memeriksa keadaan, balita tersebut sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Kecurigaan warga semakin menguat tatkala mereka mendapati adanya bekas luka lebam di sekujur tubuh korban. Mengetahui kejanggalan tersebut, Ketua RW setempat, Baharudin Yusuf, bersama warga langsung melarikan korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Insiden ini pun seketika itu juga dilaporkan ke pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan warga, jajaran Polres Kediri Kota langsung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini, rumah milik Wito dan Hariyani telah dipasangi garis polisi (police line) guna mengamankan lokasi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.Sementara itu, untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, jenazah balita malang tersebut kini telah dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri guna menjalani proses autopsi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman. Untuk mengurai benang merah dugaan penganiayaan ini, Satreskrim Polres Kediri Kota telah mengamankan dan memintai keterangan secara intensif terhadap pihak keluarga yang berada di rumah saat kejadian, yakni kedua orang tua dan nenek korban.
Editor : Arno / Karisma



