Tulungagung, jurnalmataraman.com – Kawasan Pantai Sidem di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, mendadak heboh pada Kamis malam lalu (17/9). Warga setempat bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pantai Sidem berhasil menyelamatkan sekitar 60 ekor anak penyu belimbing atau tukik yang baru menetas di pesisir pantai tersebut.
Selama ini, Pantai Sidem memang lebih dikenal luas sebagai destinasi wisata yang sibuk sekaligus kawasan perkampungan nelayan. Namun, di tengah hiruk-pikuk aktivitas manusia, kawasan pesisir ini rupanya masih menjadi lokasi singgah yang nyaman bagi penyu liar untuk meletakkan telurnya. Proses penyelamatan ini bermula saat warga mendapati puluhan tukik kesulitan keluar dari sarangnya. Sebagian anak penyu tersebut tidak bisa bergerak bebas akibat terhalang kondisi pasir yang padat dan rimbunnya akar tanaman. Jika dibiarkan, satwa mungil itu sering kali salah arah dan justru berjalan menjauh dari laut menuju area permukiman warga.
Usai dievakuasi dari pasir, puluhan tukik tersebut tidak langsung dilepas. Mereka dirawat terlebih dahulu selama beberapa hari hingga kondisinya benar-benar membaik sebelum akhirnya dilepasliarkan ke perairan bebas. “Sebagian anak penyu itu terjebak pasir dan arah jalannya justru masuk ke permukiman, sehingga kami bersama warga langsung turun tangan untuk mengamankannya,” ujar Suhaeli, perwakilan dari Pokmaswas Pantai Sidem.
Aksi peduli lingkungan yang melibatkan warga, Pokmaswas, personel Pos TNI Angkatan Laut (AL) Popoh, dan Polair Popoh ini mendapat apresiasi penuh dari pihak berwajib. Komandan Pos AL Popoh, Lettu Kasiadi, memuji kesadaran masyarakat terhadap kelestarian ekosistem pesisir. “Keberadaan penyu belimbing ini menjadi bukti dan menunjukkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga satwa yang dilindungi,” tegasnya. Pihak berwajib juga kembali mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil, memelihara, atau mengganggu penyu maupun tukik yang tidak sengaja ditemukan di pantai. Warga diminta segera melapor kepada petugas terkait agar satwa langka tersebut bisa segera diselamatkan dan dikembalikan dengan aman ke habitat aslinya. (Agus Bondan-Beny Setiawan)
(Editor : Trias / Loris)



