Kediri, jurnalmatarman.com – Kesebelasan Persebaya Surabaya sukses merengkuh gelar juara kompetisi Piala Soeratin U-17 zona Jawa Timur 2026. Kepastian itu didapat usai skuad muda tersebut menumbangkan tuan rumah Inter Kediri dengan skor 3-1 secara dramatis di Stadion Brawijaya, Kediri, Senin (14/9).
Laga puncak yang mempertemukan dua tim terbaik di Jatim ini berjalan sengit sejak menit awal. Bermain di kandang sendiri, Inter Kediri tampil menekan dan mencatatkan dua peluang emas di babak pertama lewat taktik racikan pelatih Rudi Haryono. Namun, akibat penyelesaian akhir yang terburu-buru, peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol, sementara Persebaya juga tak mampu memecah kebuntuan hingga waktu turun minum.
Memasuki babak kedua, Inter Kediri kembali mengambil alih kendali permainan. Hasilnya, publik tuan rumah bersorak pada menit ke-50 setelah tendangan bebas Roni Susanto sukses merobek gawang Persebaya. Tertinggal satu gol justru membuat para punggawa Persebaya muda tersengat dan langsung merespons dengan menciptakan sejumlah peluang matang ke area pertahanan lawan.
Usaha pantang menyerah skuad asuhan Andreas Johanes Kastanja akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69 lewat sontekan cantik Sebastian Pratama Panjaitan yang menyamakan kedudukan. Momentum positif ini terus dimanfaatkan skuad Persebaya untuk balik mengurung pertahanan Inter Kediri demi mengunci kemenangan.
Drama sesungguhnya terjadi di penghujung laga ketika Florentino Kevin sukses melakukan comeback dan membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat golnya pada menit ke-89. Persebaya akhirnya benar-benar menyudahi perlawanan tuan rumah lewat sepakan keras pemain pengganti, Ichiko Adhezta Novianto Pratama, pada tambahan waktu di menit ke-92.
“Ketenangan anak-anak menjadi kunci kemenangan hari ini. Meski sempat tertinggal, mereka tetap fokus pada strategi permainan hingga akhirnya bisa bangkit dan memastikan gelar juara,” puji pelatih Persebaya U-17, Andreas Johanes Kastanja, mengomentari performa anak asuhnya.
Dengan hasil memuaskan ini, Persebaya U-17 berhak mewakili Provinsi Jawa Timur untuk berlaga di kompetisi Piala Soeratin tingkat nasional. Sebaliknya, perjuangan tuan rumah Inter Kediri harus terhenti dan puas mengakhiri kompetisi sebagai runner-up pada tahun 2026 ini. (Beny Kurniawan)
( Editor : Afif / Sea )



