Kediri, jurnalamataraman.com – Aksi berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan yang digelar salah satu pemilik minimarket di kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri, Minggu (8/3) sore, sempat diwarnai kericuhan. Ratusan warga yang tak sabar mendapatkan paket takjil saling dorong hingga mengakibatkan situasi tidak terkendali.
Awalnya, pembagian kudapan berbuka puasa ini berjalan normal. Namun, begitu panitia mulai membagikan paket, massa yang didominasi warga sekitar dan pengguna jalan merangsek maju karena khawatir tidak kebagian.
Aksi saling dorong tak terelakkan. Beberapa warga bahkan dilaporkan terjatuh akibat terhimpit kerumunan yang merangsek maju. Melihat kondisi yang mulai membahayakan keselamatan, panitia terpaksa menghentikan sementara pembagian di titik utama kawasan SLG tersebut.
Guna menghindari kericuhan yang lebih luas, lokasi pembagian kemudian digeser ke ruas Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Di lokasi kedua ini, petugas menerapkan sistem yang lebih cepat untuk memecah kerumunan.
Meski sempat terjadi insiden di lokasi pertama, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Sebanyak 350 paket takjil berisi snack dan minuman segar yang disiapkan panitia ludes hanya dalam waktu sekitar 10 menit. Paket-paket tersebut dibagikan kepada pengendara motor maupun mobil yang melintas di jalur utama Ngasem.
Owner Minimarket Arfa, Fahendra Sasmita, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama di bulan Ramadan.
“Tujuannya murni untuk berbagi kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kami rutin melakukan ini di beberapa titik berbeda agar jangkauannya lebih luas bagi para pengguna jalan,” jelas Fahendra Sasmita.
Terkait insiden desak-desakan di awal acara, pihak penyelenggara menjadikannya bahan evaluasi untuk teknis pembagian berikutnya agar lebih tertib dan aman bagi warga.
(Editor : Trias M.A)



